21 September 2026

Get In Touch

Kafilah Jatim Peringkat Empat Besar MTQ Nasional

Kafilah Jawa Timur foto bersama dalam penutupan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (19/9/2026) malam.
Kafilah Jawa Timur foto bersama dalam penutupan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (19/9/2026) malam.

SURABAYA (Lentera) — Kafilah Jawa Timur menempati peringkat keempat pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 yang resmi ditutup di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (19/9/2026) malam.

Jawa Timur mengoleksi total nilai 99. Posisi pertama ditempati Kalimantan Timur dengan 288 poin, disusul Jawa Tengah dengan 208 poin dan DKI Jakarta dengan 134 poin. Aceh dan Jawa Timur berada di posisi keempat dengan nilai yang sama, yakni 99 poin.

Capaian itu menjadi hasil perjuangan Kafilah Jawa Timur yang mengikuti berbagai cabang dan golongan dalam ajang MTQ tingkat nasional yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 diikuti 2.242 peserta dari 37 provinsi. Rangkaian musabaqah berlangsung di 12 arena dengan mempertandingkan delapan cabang, 24 golongan dan 48 kategori.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Ady Karyono, turut hadir dalam acara penutupan mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Kehadiran tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap perjuangan Kafilah Jatim selama mengikuti MTQ Nasional XXXI.

“Pemenang sesungguhnya adalah kita ikhlas dengan yang kita capai atas beragam ikhtiar yang selama ini telah diusahakan,” ujar Ady Karyono saat melepas kepulangan kafilah Jatim di Semarang, Minggu (20/9/2026).

Ia mengajak seluruh kafilah untuk tidak berhenti pada hasil MTQ Nasional XXXI. Pengalaman selama mengikuti kompetisi di tingkat nasional tersebut, kata Ady, harus menjadi bahan evaluasi sekaligus bekal untuk mempersiapkan diri menghadapi kesempatan berikutnya.

“Mari kita menatap ke depan lebih baik dan menjadikan pengalaman MTQ tahun ini untuk meraih prestasi dan kesempatan berikutnya yang lebih baik,” pesannya.

Ady juga menyampaikan bahwa seluruh proses yang telah dijalani kafilah Jatim merupakan bagian dari perjalanan untuk membangun prestasi secara berkelanjutan. Karena itu, hasil yang diperoleh pada MTQ Nasional XXXI diharapkan tidak menjadi akhir, melainkan menjadi bahan untuk melakukan perbaikan pada pembinaan dan persiapan ke depan.

“Insyaallah, kita hari ini telah rida atas keputusan dewan hakim dan akan mendapatkan masa depan yang baik,” tuturnya.

Menurut Ady, sikap menerima keputusan dewan hakim merupakan bagian penting dalam setiap kompetisi. Seluruh peserta telah memberikan kemampuan terbaik melalui persiapan, pembinaan dan penampilan selama mengikuti MTQ Nasional XXXI.

Sementara itu, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa pengembangan kategori dalam MTQ menjadi bagian dari upaya menghadirkan inovasi dalam penyelenggaraan musabaqah Al-Qur’an. Pengembangan tersebut, menurutnya, dapat terus dilakukan pada penyelenggaraan MTQ berikutnya.

Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pertemuan para peserta dari berbagai daerah untuk memperkuat syiar dan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat.

Berakhirnya MTQ Nasional XXXI di Semarang, perjuangan Kafilah Jawa Timur ditutup dengan capaian peringkat keempat bersama Aceh serta pengalaman dan prestasi yang menjadi bagian dari perjalanan pembinaan Al-Qur’an di Jawa Timur. (*)


Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.