PALANGKA RAYA (Lentera) - Penanganan karhutla perlu mendapat dukungan anggaran yang memadai, terutama dalam menghadapi musim kemarau yang diprediksi berlangsung panjang.
Menanggapi hal ini, Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim mengatakan keterbatasan biaya operasional mesin pemadam dan kesiapan anggaran, perlu menjadi perhatian mengingat kondisi kebakaran hutan dan lahan yang masih berlangsung.
"Pemerintah harus siap dengan anggaran yang memadai, terutama untuk kebutuhan operasional penanganan karhutla," papar Arif, Jumat (18/9/2026).
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kemarau berpotensi berlangsung hingga Maret 2027. Karena itu, pemerintah perlu memastikan anggaran dalam APBD perubahan dapat menunjang kebutuhan penanganan karhutla di lapangan.
Arif mengatakan jika pihaknya menerima laporan, terdapat sekitar lima hingga enam mesin pemadam yang berupa bantuan dari pemerintah maupun pihak swasta, tetapi belum dapat digunakan secara maksimal karena terkendala biaya operasional, termasuk bahan bakar.
Menurut Arif, kondisi ini perlu segera dicarikan solusi agar peralatan yang telah tersedia dapat digunakan ketika terjadi kebakaran. DPRD juga mendorong penguatan koordinasi antara Pemerintah Kota Palangka Raya dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
"Sangat disayangkan kalau sampai peralatan yang sudah tersedia namun tidak bisa digunakan ketika dibutuhkan, karena itu dukungan operasional harus menjadi perhatian bersama," ucapnya.
Menurutnya, penanganan karhutla masih menghadapi kondisi serius setelah kebakaran berlangsung sekitar tiga bulan.
Kondisi kemarau yang panjang dipengaruhi fenomena El Nino yang cukup kuat. Musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga pertengahan Oktober sebelum memasuki masa pancaroba, dengan peluang hujan yang relatif terbatas dan lebih banyak berupa hujan lokal.
Berdasarkan penelitian dari pihak BMKG, sebagian besar kebakaran berkaitan dengan aktivitas manusia, sementara sebagian kecil dipengaruhi faktor alam.
"Jadi karhutla yang sekarang terjadi bukan semata bencana alam, melainkan juga ada faktor manusia," tegasnya.
Arif menambahkan, tim petugas pemadaman di lapangan menghadapi kendala sarana dan prasarana, baik yang mengalami kerusakan serta terbatasnya sumber air untuk mendukung pemadaman.
"Terkait anggaran sedang kita bicarakan dengan Pemkot, semoga ada solusi untuk biaya operasional agar karhutla dapat ditangani secara optimal," pungkasnya.
Reporter: Novita/Editor: Ais




.jpg)
