16 September 2026

Get In Touch

Bahana Bersahaja Hadirkan 33 Layanan, Aspirasi Warga Desa Bener Ditindaklanjuti

Bupati Madiun Hari Wuryanto meninjau pembangunan akses jalan di Desa Bener, Kecamatan Saradan, Rabu (16/9/2026). Pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut aspirasi warga yang disampaikan dalam Sarasehan Bahana Bersahaja.
Bupati Madiun Hari Wuryanto meninjau pembangunan akses jalan di Desa Bener, Kecamatan Saradan, Rabu (16/9/2026). Pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut aspirasi warga yang disampaikan dalam Sarasehan Bahana Bersahaja.

MADIUN (Lentera) -Pemerintah Kabupaten Madiun membawa 33 jenis layanan publik sekaligus menindaklanjuti sejumlah aspirasi warga dalam pelaksanaan Bahana Bersahaja di Desa Bener, Kecamatan Saradan.

Program yang berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu (15-16/9/2026), itu tidak hanya menjadi forum pertemuan antara pemerintah dan masyarakat. Sejumlah kebutuhan warga yang disampaikan dalam sarasehan langsung ditindaklanjuti dengan kegiatan di lapangan.

Salah satunya terkait akses jalan. Warga sebelumnya menyampaikan masih terdapat ruas sekitar 50 meter yang belum tersambung. Pemkab Madiun kemudian mulai membuka akses tersebut.

Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan, penyambungan ruas jalan menjadi salah satu bentuk tindak lanjut atas aspirasi yang disampaikan masyarakat.

"Jalan yang kemarin diusulkan itu, yang kita bangun tadi salah satunya. Kurang 50 meter mereka minta ditembuskan, sekarang insyaallah nanti selesai," kata Hari, Rabu (16/9/2026).

Menurut dia, pola tersebut menjadi bagian dari pendekatan Bahana Bersahaja, yakni membawa pemerintah lebih dekat dengan masyarakat sekaligus melihat secara langsung persoalan yang ada di desa.

Selain pembangunan infrastruktur, kegiatan juga menyentuh pelayanan sosial dan kesehatan. Pada Rabu pagi, Hari bersama jajaran mengunjungi sejumlah rumah warga lanjut usia (lansia) di Desa Bener.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan langsung di rumah warga dengan menghadirkan dokter. Dengan pola tersebut, warga yang memiliki keterbatasan untuk mendatangi fasilitas pelayanan dapat tetap memperoleh pemeriksaan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kerja bakti bersama masyarakat serta peninjauan sejumlah pembangunan. Di antaranya pavingisasi jalan dan pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH).

Untuk kebutuhan hunian, terdapat lima unit RTLH yang dibangun melalui kegiatan Bahana Bersahaja di Desa Bener.

Sementara dari sisi pelayanan publik, Pemkab Madiun membawa 33 jenis layanan dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) ke tengah masyarakat.

"Program Bahana Bersahaja ini menghadirkan 33 layanan dari pemerintah daerah yang kita bawa ke desa. Harapan kami masalah yang ada di desa ini insyaallah bisa selesai," ujar Hari.

Layanan tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh berbagai pelayanan pemerintah tanpa harus datang ke pusat pemerintahan kabupaten. Pendekatan ini sekaligus menjadi upaya mendekatkan akses pelayanan kepada warga di tingkat desa.

Selain Desa Bener, Pemkab Madiun juga menyiapkan pembangunan jalan penghubung Bajulan-Duren. Pengerjaan ruas tersebut dilakukan secara bertahap dan ditargetkan selesai dalam dua tahun.

"Terkait jalan dari Bajulan sampai ke Duren, insyaallah dua tahun ini selesai. Rigid-nya tahun ini kita 800 meter, nanti tahun berikutnya," kata Hari.

Ia mengatakan konstruksi rigid dipilih dengan pertimbangan daya tahan jalan. Pemerintah, menurutnya, tetap memiliki pilihan menggunakan aspal, tetapi konstruksi rigid dinilai lebih sesuai untuk ruas yang sedang dibangun.

Di luar pembangunan fisik dan pelayanan pemerintah, Hari juga menyoroti partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan Bahana Bersahaja. Semangat gotong royong warga Desa Bener dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan.

"Gotong royongnya luar biasa. Kebersamaannya juga luar biasa. Budaya gotong royong ini jangan sampai hilang, itu milik kita yang luar biasa," ujarnya.

Hari berharap komunikasi antara pemerintah dan masyarakat terus berjalan dari tingkat RT, desa hingga kecamatan. Dengan komunikasi tersebut, persoalan di lapangan dapat lebih cepat disampaikan dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

Pelaksanaan Bahana Bersahaja di Desa Bener pun menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan secara langsung, sekaligus bagi pemerintah daerah untuk memastikan aspirasi tersebut diterjemahkan ke dalam pelayanan dan pekerjaan nyata di lapangan. (ADV)

Reporter: Wiwiet Eko Prasetyo

 

 

 

 

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.