SURABAYA (Lentera) - Sebanyak 1.600 pencari kerja mendaftar dalam Mini Job Fair “Surabaya Siap Kerjo” yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya di Surabaya Urban Creative HUB (SUCH), eks Hi-Tech Mall, Rabu (16/9/2026).
Jumlah pelamar tersebut terbilang jauh lebih besar dibandingkan 450 lowongan kerja yang disediakan 14 perusahaan dalam bursa kerja tersebut. Lowongan itu tersebar dalam 76 jenis jabatan.
Selain peluang kerja di dalam negeri, pencari kerja juga mendapat akses informasi mengenai penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur menyediakan informasi sekitar 1.700 peluang kerja di luar negeri.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Kota Surabaya Achmad Zaini mengatakan, job fair menjadi salah satu upaya mempertemukan pencari kerja dengan kebutuhan tenaga kerja dari dunia usaha.
“Ini merupakan kesempatan yang berharga bagi kita semua. Ada 450 peluang kerja yang tersedia, serta 1.700 peluang bagi pekerja luar negeri. Mari kita manfaatkan seluruh peluang ini bagi rekan-rekan yang ada di Kota Surabaya,” kata Zaini, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, peluang kerja perlu diikuti dengan peningkatan kompetensi. Pemkot Surabaya melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) menyediakan akses pelatihan bagi warga yang masih membutuhkan penguatan keterampilan.
“Kalau masih merasa kurang keterampilan, bisa langsung datang ke Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya maupun Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur. Tingkatkan keterampilan dan kemampuan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disperinaker Kota Surabaya Agus Hebby Djuniantoro mengatakan, salah satu sasaran utama kegiatan tersebut adalah warga dari keluarga miskin dan pramiskin. Mereka sebelumnya mendapatkan pembekalan untuk menghadapi proses rekrutmen, mulai dari membuat lamaran hingga menghadapi wawancara kerja.
“Mereka sudah kami latih bagaimana cara melamar pekerjaan, bagaimana menghadapi wawancara, hingga persiapan memasuki dunia kerja. Kami ingin warga dari keluarga miskin dan pramiskin memiliki bekal yang cukup sehingga bisa bersaing dengan pelamar lainnya,” kata Hebby.
Berdasarkan data Disperinaker, terdapat sekitar 2.400 warga dari keluarga miskin dan pramiskin yang membutuhkan pekerjaan. Pemkot Surabaya menargetkan kelompok tersebut dapat terserap ke dunia kerja.
“Sasaran utama kami adalah sekitar 2.400 warga tersebut. Kalau bisa, semuanya bekerja. Tidak hanya sebagian,” ujarnya.
Untuk mencapai target tersebut, Pemkot Surabaya menggandeng berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan BP3MI Jawa Timur. Pilihan pekerjaan juga tidak hanya berasal dari pasar kerja dalam negeri.
Hebby mengatakan, peluang bekerja sebagai PMI dapat menjadi alternatif bagi warga yang memenuhi persyaratan. Namun, calon pekerja migran diminta memastikan seluruh proses dilakukan melalui jalur resmi.
“Masih banyak peluang yang belum dimanfaatkan warga Surabaya untuk menjadi pekerja migran Indonesia. Silakan mencari informasi melalui BP3MI supaya memahami persyaratan, proses, dan perlindungannya,” katanya.
Di sisi lain, job fair tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi warga miskin dan pramiskin. Pencari kerja dari berbagai latar belakang tetap dapat memanfaatkan lowongan yang tersedia.
Pemkot Surabaya juga mendorong program magang sebagai bagian dari upaya mempertemukan calon tenaga kerja dengan perusahaan. Melalui magang, calon pekerja dapat memperoleh pengalaman kerja, sementara perusahaan dapat melihat kemampuan dan kecocokan calon tenaga kerja.
“Magang menjadi salah satu cara yang baik untuk mempertemukan calon tenaga kerja dengan perusahaan. Perusahaan bisa melihat kemampuan dan kecocokan calon pekerja sebelum melakukan perekrutan,” ujar Hebby.
Hebby berharap proses rekrutmen dalam bursa kerja tersebut tidak berhenti pada pertemuan antara pelamar dan perusahaan, tetapi berlanjut pada penyerapan tenaga kerja sesuai kebutuhan dan kompetensi masing-masing.
“Kami berharap para pelamar dan pelaku usaha bisa saling menemukan kecocokan, sehingga kebutuhan tenaga kerja dan pencari kerja dapat bertemu dengan baik,” pungkasnya.
Diketahui, Mini Job Fair “Surabaya Siap Kerjo” berlangsung selama dua hari, 16–17 September 2026, pukul 08.00–16.00 WIB.
Selain mempertemukan pencari kerja dan perusahaan, kegiatan tersebut sekaligus diarahkan untuk mendorong aktivitas di kawasan Surabaya Urban Creative HUB, eks Hi-Tech Mall. (*)
Reporter: Amanah
Editor: Lutfiyu Handi




.jpg)
