11 September 2026

Get In Touch

Hadiri Kuliah Tamu Menko Pangan di Uniska, Mbak Wali Ajak Kampus Hadirkan Solusi bagi Masyarakat

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati memberikan cinderamata pada Menko Pangan, Zulkifli Hasan saat memberikan kuliah tamu di Uniska, Kamis (10/9/2026).
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati memberikan cinderamata pada Menko Pangan, Zulkifli Hasan saat memberikan kuliah tamu di Uniska, Kamis (10/9/2026).

KEDIRI (Lentera) - Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati mengajak Universitas Islam Kadiri (Uniska) terus mengambil peran melalui gagasan dan inovasi, yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya, saat menghadiri Kuliah Tamu “Uniska Kampus Berdampak: Siap Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional” di Aula Lantai 2 Gedung E Kampus Universitas Islam Kadiri (UNISKA), Kamis (10/9/2026). Dengan narasumber Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Kediri yang biasa disapa Mbak Wali ini mengatakan, ilmu yang diberikan di kampus tidak boleh berhenti di ruang kelas saja.Namun harus hadir di masyarakat dengan membaca persoalan, bekerja, dan memberikan solusi nyata.

Semangat tersebut telah terlihat dalam pelaksanaan KKN Tematik 2026 Uniska, salah satunya melalui SIGAP Pangan yang mulai menyentuh persoalan strategis di masyarakat.

“Dari KKN menjadi program berkelanjutan, dari inovasi mahasiswa menjadi solusi masyarakat, dan dari kolaborasi di tingkat lokal, harapannya bisa memberikan kontribusi bagi agenda ketahanan pangan nasional. Karena itu, Pemkot Kediri terbuka untuk terus berkolaborasi dengan UNISKA maupun perguruan tinggi lainnya dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat," terang Mbak Wali.

Mbak Wali juga berharap, dengan hadirnya Menko Pangan RI Zulkifli Hasan mengisi kuliah tamu di Uniska, semakin membuka ruang lahirnya gagasan, kolaborasi, dan langkah nyata untuk memperkuat ketahanan pangan di Kota Kediri dan Indonesia.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan menekankan, bahwa persoalan pangan tidak hanya berkaitan dengan apa yang dikonsumsi masyarakat.

Tetapi juga menyangkut kedaulatan dan keberlangsungan hidup, para pelaku sektor pangan contohnya petani.

Menurutnya, ketergantungan pada impor pangan membuat manfaat ekonomi justru dinikmati petani negara asal, sementara petani Indonesia berisiko mengalami kerugian dan kehilangan lahan.

“Kalau kita tidak berdaulat, tidak swasembada, artinya kita beli. Kalau impor beras, yang mendapat manfaat adalah petani di negara yang kita impor. Swasembada pangan tidak boleh ditawar karena merupakan bagian dari kedaulatan dan kehormatan bangsa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Zulkifli Hasan mengatakan, persoalan pangan memiliki dampak luas terhadap daya saing, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, ia mendorong generasi muda, khususnya mahasiswa Uniska untuk memiliki kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah, agar mampu berkontribusi dalam menghadapi berbagai tantangan pangan.

“Kalau kita mau maju, kita harus punya critical thinking dan problem solving. Mahasiswa Uniska harus punya kedua itu, kalau tidak kita tidak bisa maju,” pungkasnya.

Hadir pula, Ketua Umum Yayasan Bina Cendikia Muslim Pancasila (YBCMP) KH. Muhammad Anwar Iskandar, KH. Saifulloh Effendi, Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, Pimpinan Wilayah Jawa Timur Langgeng Wisnu, Pimpinan Cabang BULOG Kediri Harisun, Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha, Ketua DPRD Kota Kediri Firdaus, Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, Komandan Kodim 0809/Kediri Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiansyah, Ketua Yayasan Bina Cendekia Muslim Pancasila Rinto Harno, Rektor Universitas Islam Kadiri Bambang Yulianto beserta seluruh jajaran civitas akademika, segenap rektor perguruan tinggi negeri dan swasta, seluruh dosen, mahasiswa, serta tamu undangan lainnya.

 

Reporter: Ais/Editor: Arief Sukaputra

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.