08 September 2026

Get In Touch

Air Waduk Dawuhan Tinggal 15 Persen, Irigasi 600 Hektare Sawah di Kabupaten Madiun Terancam

Waduk Dawuhan, Kabupaten Madiun, menyusut hingga tersisa 15 persen akibat minimnya pasokan air dan cuaca panas.
Waduk Dawuhan, Kabupaten Madiun, menyusut hingga tersisa 15 persen akibat minimnya pasokan air dan cuaca panas.

MADIUN (Lentera) -Volume air Waduk Dawuhan di Desa Plumpungrejo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, menyusut hingga tersisa sekitar 520.000 meter kubik atau 15 persen dari kapasitas maksimal 3,9 juta meter kubik.

Menyusutnya volume air membuat debit untuk irigasi harus dikurangi. Saat ini, air yang dialirkan dari Waduk Dawuhan hanya sekitar 0,1 meter kubik per detik dan diprioritaskan untuk mengairi sekitar 600 hektare sawah di lima desa pada Masa Tanam (MT) 3.

Petugas Operasi Waduk Dawuhan, Agung Wirasat, mengatakan penyusutan terjadi cukup cepat karena tidak ada lagi pasokan air dari sungai menuju waduk. Kondisi itu diperparah dengan cuaca panas yang meningkatkan penguapan.

“Untuk penyusutan memang drastis karena inflow air dari atas (sungai ke waduk) sudah kosong. Kemudian juga untuk penguapan cepat sekali, karena memang cuaca sangat panas,” kata Agung, Selasa (8/9/2026).

Dalam kondisi normal, Waduk Dawuhan digunakan untuk mendukung kebutuhan irigasi lahan pertanian di sekitar 10 desa. Namun, terbatasnya cadangan air membuat distribusi harus dilakukan secara bergilir dan diprioritaskan untuk tanaman yang baru memasuki awal masa tanam.

Pengelola waduk memperkirakan aliran air untuk irigasi masih dapat dipertahankan sekitar 10 hari ke depan. Setelah volume air turun hingga sekitar 300.000 meter kubik, pintu air akan ditutup.

Meski demikian, waduk tidak akan dikuras hingga benar-benar kosong. Sebagian air akan dipertahankan untuk menjaga kondisi fisik tubuh bendungan.

Agung mengatakan tubuh bendungan yang terlalu kering berisiko mengalami keretakan dan kerusakan.

“Prediksi kami di 10 harian ke depan masih akan mengaliri sawah untuk di awal masa tanam saja, untuk tanaman padi. Untuk pemeliharaan tubuh bendungan, karena memang kalau kondisi kering tanpa air, tubuh bendungan itu rawan retak, rawan rusak,” ujarnya.

“Jadi agar suhu di tubuh bendungan tetap aman, kita sisakan volumenya 300 ribu meter kubik itu untuk pemeliharaan tubuh bendungan,” imbuhnya.

Menyusutnya permukaan waduk juga dimanfaatkan sebagian warga untuk mencari ikan. Area waduk yang mulai dangkal membuat ikan lebih mudah ditangkap.

Selain itu, sebagian lahan di sekitar waduk yang mengering mulai dimanfaatkan warga untuk menanam padi.

Pengelola Waduk Dawuhan memastikan sebagian volume air tetap dipertahankan meskipun penyaluran untuk irigasi nantinya dihentikan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kondisi fisik bendungan selama cadangan air terus menurun.

Reporter : Wiwiet Eko PrasetyEditor: Arifin BH

 

 

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.