SURABAYA (Lentera) — Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Timru berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Timur dan Forum Zakat (FOZ) Jawa Timur, mengirimkan 27 ton bantuan logistik untuk masyarakat terdampak musibah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar melepas pengiriman bantuan tersebut dari Sidoarjo, Jumat (4/9/2026). Bantuan diangkut menggunakan dua kontainer, yang difasilitasi secara gratis oleh Meratus.
Dari Kanwil Kemenag Jatim, bantuan terlebih dahulu didrop di pelabuhan dan dijadwalkan diberangkatkan menuju Maumere pada 7 September. Setibanya di Maumere, bantuan akan diterima relawan yang telah berada di lokasi untuk selanjutnya didistribusikan ke sejumlah titik terdampak sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Bahtiar mengatakan, pengiriman bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan ikhtiar bersama untuk membantu masyarakat yang tengah menghadapi musibah.
Menurutnya, gerakan kemanusiaan tersebut juga sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa agar seluruh pihak bergerak membantu masyarakat terdampak.
“Kementerian Agama punya concern yang sama. Ini juga atas petunjuk Ibu Gubernur untuk kita bergerak. Terima kasih kepada Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang memiliki komitmen sangat kuat untuk selalu memberikan yang terbaik kepada siapa pun, terutama kepada saudara-saudara kita yang saat ini diuji oleh Allah dengan musibah,” ujar Bahtiar.
Ia berharap, bantuan tersebut dapat segera tiba dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. “Di sana saudara-saudara kita sudah sangat menunggu apa yang kita berangkatkan hari ini,” tuturnya.
Bahtiar menjelaskan, pengiriman kali ini difokuskan pada bantuan dalam bentuk barang. Sementara itu, para relawan dari berbagai lembaga telah berada di lokasi untuk menerima dan mendistribusikan bantuan.
Berdasarkan laporan relawan, masyarakat terdampak tersebar di sejumlah titik. Karena itu, distribusi bantuan setelah tiba di Maumere akan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan terkini di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Bahtiar juga mengajak seluruh pihak memaknai aksi kemanusiaan sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT. Ia menekankan pentingnya keikhlasan dalam setiap bantuan yang diberikan.
“Apa yang kita lakukan hari ini tentu atas kehendak Allah. Bukan karena kekuatan, kemampuan, maupun kehebatan kita, tetapi karena Allah yang menggerakkan hati kita untuk hadir dan memberikan kepedulian,” ucapnya.
Menurutnya, bantuan yang terlihat kecil bagi sebagian orang dapat memiliki arti besar bagi masyarakat yang sedang berada dalam situasi sulit.
“Bagi kita, satu bungkus mi mungkin bukan sesuatu yang berarti. Namun bagi saudara-saudara kita yang saat ini berada dalam situasi yang sangat sulit, sekecil apa pun uluran tangan kita akan sangat berharga dan memberikan dampak besar,” jelasnya.
Bahtiar juga menekankan, pentingnya membangun ukhuwah insaniyah atau persaudaraan kemanusiaan. Menurutnya, kepedulian terhadap sesama tidak seharusnya dibatasi oleh perbedaan agama, suku, ras, maupun latar belakang.
“Kita tidak perlu melihat apa agamanya, apa sukunya, apa rasnya, maupun latar belakang lainnya. Sekat-sekat itu kita kesampingkan demi satu tujuan, yaitu kemanusiaan,” pesannya.
Ia mengajak, seluruh pihak untuk terus menghadirkan manfaat bagi sesama. Prinsip tersebut, kata dia, sejalan dengan ajaran khairunnas anfa’uhum linnas, bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.
“Teruslah kita berbagi bersama dengan sesama makhluk Allah. Semoga seluruh ikhtiar kemanusiaan ini menjadi amal kebaikan dan mendapatkan rahmat serta ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Jawa Timur, Mohammad Ghofirin mengapresiasi sinergi antara Kemenag Jatim, Baznas, dan FOZ dalam pengiriman bantuan tersebut. Ia menegaskan, Baznas berkomitmen untuk terus terlibat dalam berbagai aksi kemanusiaan.
“Kami memiliki komitmen untuk terus bergerak bersama Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur dan FOZ Jawa Timur dalam berbagai aksi kemanusiaan di Indonesia,” kata Ghofirin.
Ia memastikan, pengiriman 27 ton bantuan tersebut bukan merupakan aksi terakhir. Baznas akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyiapkan bantuan lanjutan berdasarkan data terbaru.
“Insyaallah ini bukan bantuan yang kita kirim terakhir kalinya. Setelah ini kita masih akan mengatur bantuan-bantuan selanjutnya sesuai dengan data lapangan mutakhir,” ujarnya.
Menurut Ghofirin, relawan Baznas RI, Baznas provinsi, serta Baznas kabupaten/kota telah berada di lokasi. Mereka terus melakukan koordinasi untuk memperbarui informasi mengenai kondisi masyarakat terdampak.
“Dengan dukungan penuh dari Kemenag Kanwil Jawa Timur dan FOZ Jawa Timur, bersama Baznas, kita akan secara berkala mengirimkan kembali bantuan ke sana,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua FOZ Jawa Timur, Ziyad mengatakan pengiriman bantuan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen lembaganya untuk terus bersinergi dalam aksi kemanusiaan.
“Kami punya komitmen bersama Kanwil Kemenag Jawa Timur dan Baznas Jawa Timur untuk terus bergerak dalam kemanusiaan di Indonesia, khususnya di Jawa Timur,” ungkap Ziyad.
Ia berharap, kolaborasi tersebut dapat terus dikembangkan, tidak hanya dalam penanganan musibah, tetapi juga melalui berbagai program keumatan dan kemanusiaan.
“Kita tidak ragu untuk terus bersinergi dan berkolaborasi memperjuangkan kepentingan umat. Mudah-mudahan ikhtiar kita senantiasa seiring dengan rahmat dan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tutupnya.
Reporter: Amanah/Editor: Ais





.jpg)
