04 September 2026

Get In Touch

Proyek DAK Jalan dan Jembatan di Trenggalek Dikebut, Pandean-Malasan Hampir 50 Persen

Pekerja melakukan pengaspalan ruas Jalan Pandean-Malasan di Kabupaten Trenggalek. Perbaikan jalan sepanjang sekitar 5,6 kilometer tersebut menjadi salah satu proyek infrastruktur yang dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2026.
Pekerja melakukan pengaspalan ruas Jalan Pandean-Malasan di Kabupaten Trenggalek. Perbaikan jalan sepanjang sekitar 5,6 kilometer tersebut menjadi salah satu proyek infrastruktur yang dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2026.

TRENGGALEK (Lentera) – Pemerintah Kabupaten Trenggalek terus mempercepat tiga proyek infrastruktur yang dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2026. Tiga pekerjaan tersebut meliputi penanganan ruas Jalan Pandean-Malasan, Jalan Tekol-Malasan, dan pembangunan Jembatan Kembangsore di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pule.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Trenggalek Anjang Purwoko mengatakan, pengerjaan ketiga proyek tersebut kini berjalan dengan progres yang berbeda sesuai tahapan masing-masing.

"Untuk kegiatan DAK di tahun 2026 itu kita ada tiga paket pekerjaan yang bisa dilaksanakan," kata Anjang.

Pekerjaan Jalan Pandean-Malasan menjadi yang paling cepat. Ruas sepanjang sekitar 5,6 kilometer ini memiliki nilai kontrak Rp6,8 miliar. Pekerjaan dimulai 27 Juli 2026 dan ditargetkan selesai 23 November 2026. Hingga saat ini, progresnya telah mendekati 50 persen.

Menurut Anjang, kondisi cuaca dan dukungan material turut membantu percepatan pengerjaan di lapangan. Pemerintah berharap pekerjaan tersebut dapat selesai lebih cepat dari target kontrak.

"Memang ada percepatan karena secara pelaksanaan cuaca mendukung dan material dan sebagainya bisa support ini. Harapannya nanti bisa diselesaikan lebih cepat dari yang kita rencanakan," ujarnya.

Penanganan Pandean-Malasan dilakukan secara menyeluruh terhadap ruas yang sebelumnya mengalami kerusakan sedang hingga berat, mulai dari batas wilayah Tulungagung hingga kawasan Jembatan Merah Pandean. Perbaikan ini diharapkan mengembalikan kondisi jalan yang sebelumnya sempat menjadi perhatian masyarakat.

"Kerusakan kemarin memang kalau kategorinya sedang sampai berat. Alhamdulillah ini bisa dilaksanakan penanganan secara total," jelasnya.

Sementara itu, pekerjaan Jalan Tekol-Malasan mencakup ruas sepanjang sekitar 2,7 kilometer dengan nilai kontrak Rp3,9 miliar. Proyek ini memiliki periode pelaksanaan yang sama dengan Pandean-Malasan, yakni 27 Juli hingga 23 November 2026 atau 120 hari kalender.

Progres Tekol-Malasan saat ini masih di bawah 10 persen. Meski demikian, pelaksanaan pekerjaan masih berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

"Kalau progres sendiri memang untuk yang Tekol-Malasan masih belum 10 persen. Harapannya secara pelaksanaan ini masih sesuai dengan yang kita rencanakan," kata Anjang.

Adapun pembangunan Jembatan Kembangsore di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pule, memiliki nilai kontrak Rp5,5 miliar. Jembatan tersebut menjadi penghubung Dusun Bangunsari menuju perempatan Pule.

Pekerjaan dimulai 24 Juli 2026 dengan target penyelesaian pada 13 Desember 2026. Saat ini progresnya sekitar 5 persen karena pengerjaan masih difokuskan pada struktur bawah dan pondasi.

"Kalau jembatan memang secara pelaksanaan butuh waktu yang lebih. Kita fokus di pekerjaan bawah untuk pondasi," ungkapnya.

Selain memperbaiki kondisi infrastruktur, penanganan Jalan Pandean-Malasan juga dinilai penting untuk mendukung mobilitas warga. Ruas tersebut menjadi salah satu jalur alternatif ketika akses utama terganggu, termasuk saat Jembatan Gondang di Tulungagung mengalami penutupan.

Anjang menyebut jalur tersebut juga mengalami peningkatan kepadatan kendaraan pada momentum tertentu, seperti saat perayaan Kupatan. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, akses masyarakat diharapkan semakin lancar.

"Ketika Jembatan Gondang Tulungagung ada penutupan, ini sebagai alternatif pengguna jalan. Ketika hari raya atau Kupatan, lalu lintas di sini juga luar biasa ramai. Tentunya dengan diperbaiki ini berdampak positif," pungkasnya.

Seluruh proyek tersebut dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2026.

Reporter: Herlambang|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.