03 September 2026

Get In Touch

Cartenz Tembak Mati 4 Anggota TPNPB-OPM

Kepala Satgas Hubungan Masyarakat Operasi Damai Cartenz Komisaris Besar Yusuf Sutejo. (tempo)
Kepala Satgas Hubungan Masyarakat Operasi Damai Cartenz Komisaris Besar Yusuf Sutejo. (tempo)

PAPUA (Lentera) - Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz dan Kepolisian Resor Yahukimo berhasil menembak mati empat orang yang diduga anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). Tim gabungan juga berhasil mengamankan barang bukti satu pucuk senjata api rakitan laras panjang, 11 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, serta tiga unit telepon seluler.

Kepala Satgas Hubungan Masyarakat Operasi Damai Cartenz Komisaris Besar Yusuf Sutejo mengatakan mereka ditembak di sekitar Jalan Miyaro, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo pada Selasa (1/9/2026).

Berdasarkan identifikasi awal, tiga dari empat jenazah tiga diketahui berinisial EH alias E, YK alias LY, dan M. Sedangkan satu jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi. Yusuf mengklaim, tim investigasi Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 juga melakukan face registration atau pencocokan data wajah untuk memastikan identitas secara lebih akurat.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa awalnya polisi menerima informasi mengenai rencana berkumpulnya pasukan TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo Batlyon Eden Sawi untuk melakukan konsolidasi. Polisi kemudian bergerak ke lokasi.

"Saat memasuki area tersebut, personel mendapat gangguan tembakan dari kelompok yang diduga merupakan pasukan Batalyon Eden Sawi," kata Yusuf lewat keterangan tertulis, Rabu (2/9/2026) melansir tempo.co.

Ketika itu, polisi sempat memberikan tembakan peringatan ke udara. Sayangnya, tembakan peringatan itu diabaikan, bahkan sejumlah orang melarikan diri ke arah hutan dengan menenteng senjata api sambil melakukan tembakan.

Dalam upaya tersebut, akhirnya polisi melakukan penembakan ke arah para pasukan tersebut. Dalam penindakan tersebut, empat orang yang diduga merupakan bagian dari pasukan Batalyon Eden Sawi meninggal. Keempat jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Dekai untuk menjalani pemeriksaan serta proses identifikasi lebih lanjut.

Yusuf menjelaskan petugas juga menangkap enam orang dari sekitar lokasi yang diduga memiliki keterkaitan dengan kelompok Batalyon Eden Sawi. Mereka masing-masing berinisial BK, PM, DH, NJK, PA, dan AS. Dari mereka, petugas juga mengamankan barang bukti.

Kemudian mereka beserta barang bukti dibawa ke Polres Yahukimo untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman terkait identitas, aktivitas, peran, serta kemungkinan keterkaitan masing-masing dengan kelompok bersenjata.

Tindakan tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam sejumlah tindak pidana di wilayah Yahukimo. Salah satunya berkaitan dengan DPO Nomor DPO/10/V/2023/Reskrim terkait dugaan tindak pidana pembunuhan terhadap Yonathan Arruan dan Asri Obet pada 30 April 2023 di Jalan Statistik, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.

Selain itu juga berkaitan dengan dugaan penyerangan terhadap tenaga kesehatan dan guru di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, pada 21-22 Maret 2025 sebagaimana tercantum dalam DPO Nomor DPO/s-35/18/VII/RES.1.7./2025/Reskrim. (*)

Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.