05 September 2026

Get In Touch

Usai Makan Menu MBG, Ratusan Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan

 Mobil ambulan membawa santri yang diduga keracunan setelah makan MBG ke RSUD Notopuro Sidoarjo, Selasa (1/9/2026) malam.
Mobil ambulan membawa santri yang diduga keracunan setelah makan MBG ke RSUD Notopuro Sidoarjo, Selasa (1/9/2026) malam.

SIDOARJO (Lentera) - Dugaan keracunan setelah mengkonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi. Kali ini, Selasa (1/9/2026) ratusan santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo mengalami keluhan mual diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG, Selasa (1/9/2026).

Bupati Sidoarjo, Subandi,  mengatakan akan pemeriksaan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengetahui penyebab kejadian yang membuat ratusan santri mengalami keluhan mual dan muntah setelah mengonsumsi makanan MBG. Lebih dari 100 santri diduga mengalami keracunan.

“Besok kami akan cek SPPG yang ada di Tanggulangin kenapa sampai terjadi seperti ini? Persoalannya apa? Kami sebagai pimpinan daerah kan hanya pengawasan, kami tidak bisa intervensi. Makanya besok kami akan lihat,” kata Subandi, melansir Suara Surabaya, Selasa (1/9/2026).

Lebih lanjut, Subandi mengatakan bahwa Pemkab Sidoarjo memiliki tugas melakukan pengawasan terhadap operasional SPPG. Sehingga, lanjutnya, jika dalam pemeriksaan ditemukan persoalan perizinan, dia meminta kegiatan SPPG tersebut dihentikan sementara.

Melansir detik, sedikitnya 120 santri dilarikan ke sejumlah rumah sakit diantaranya RSUD Sidoarjo sebanyak 80 santri, kemudian RS Siti Hajar ada 19 santri, RS Delta Surya ada 12 santri, dan RS Pusura Gelam sebanyak 9 santri. Mereka langsung mendapatkan perawatan medis darurat. 

Ada dugaan, jumlah santri yang diduga mengalami keracunan yang dibawa ke ruah sakit akan bertambah. 

Sementara itu, melansir suara surabaya, pengasuh sekaligus Ketua Yayasan Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, KH Abdul Wahid Harun, membetulkan dugaan keracunan tersebut. Dia menyebut untuk sementar aterdata 100 santri, namun belum diketahui jumlah pastinya.

Dia mengatakna keluhan mulai muncul sekitar waktu salat Asar, setelah para santri mengonsumsi makanan MBG. “Ini sudah mulai Ashar tadi mual, sehabis mengonsumsi MBG,” ujar Gus Wahid.

Gus Wahid menjelaskan, waktu pembagian MBG di pesantren berbeda sesuai jadwal. Pada Senin dan Kamis, makanan dibagikan setelah salat Asar.

Dia mengatakan kejadian tersebut baru pertama kali dialami sejak pesantren menerima program MBG sekitar dua setengah bulan terakhir. Menurutnya, selama ini makanan MBG berasal dari SPPG yang sama. Sayangnya, dia mengaku belum mengetahui secara pasti identitas pemilik SPPG yang memasok makanan tersebut. (*)


Editor: Lutfiyu Handi
 

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.