Investasi Tumbuh Pesat, Mojokerto Kucurkan Rp3,24 Miliar untuk Perkuat Sektor Pertanian dan Peternakan
MOJOKERTO (Lentera) – Pemerintah Kabupaten Mojokerto menegaskan komitmennya menjaga keberlanjutan sektor pertanian di tengah derasnya investasi dan perkembangan kawasan industri. Pemerintah daerah berupaya memastikan pertumbuhan ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan lahan pertanian yang menjadi penopang ketahanan pangan.
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menyampaikan komitmenya saat menghadiri Pertemuan Pertanian dan peternakan Komunal bersama Milenial sekaligus penyerahan bantuan disperta kepada kelompok tani di Pujasera Pohjejer, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Selasa (1/9/2026) bersama Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Pangan dan Perikanan, camat, Forkopimca, perwakilan perusahaan, kepala desa, koordinator penyuluh pertanian lapangan, ketua kelompok tani, serta para penerima bantuan.
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra yang akrab disapa Gus Barra itu mengatakan, pertumbuhan investasi merupakan bagian penting dalam mendorong perekonomian daerah. Namun, pembangunan industri harus dilakukan secara seimbang dengan perlindungan terhadap lahan pertanian kelompok tani.
“Kita mengikuti arahan dari Presiden untuk semua kabupaten/kota agar mengamankan 87 persen lahan pertanian atau lahan sawah berkelanjutan (LP2B). Industri mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang luas, namun jangan sampai kemudian kita bisa bekerja tapi tidak bisa makan,” ungkap Gus Barra pada Selasa (1/09/2026).
Menurutnya, Kabupaten Mojokerto memiliki potensi ekonomi yang besar, baik dari sektor industri maupun pertanian. Keberadaan kawasan industri harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga produksi pangan daerah. Gus Barra juga menyebut investasi yang masuk ke Kabupaten Mojokerto sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp4,5 triliun. Investasi tersebut berasal dari penanaman modal asing maupun penanaman modal dalam negeri.
Kawasan industri Ngoro menjadi salah satu kawasan yang turut menopang aktivitas ekonomi daerah. Keberadaan industri dinilai mampu membuka lapangan pekerjaan sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.
Adapun di tengah upaya mempertahankan lahan pertanian, Pemkab Mojokerto juga memperkuat kapasitas petani melalui berbagai program bantuan. Dalam kegiatan di Gondang tersebut, pemerintah menyalurkan bantuan pertanian dan peternakan dengan total nilai sekitar Rp3,24 miliar. Bantuan tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Mojokerto, APBD Provinsi Jawa Timur, serta APBN melalui Kementerian Pertanian.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Ludfy Ariyono menjelaskan, dari APBD Kabupaten Mojokerto dialokasikan sekitar Rp1,04 miliar. Anggaran tersebut antara lain digunakan untuk pelatihan petani milenial sebesar sekitar Rp50 juta, bantuan ayam petelur beserta kandang sekitar Rp950 juta, serta satu paket bantuan itik dan pakan senilai sekitar Rp40 juta.
Sementara, bantuan yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur dan APBN Kementerian Pertanian mencapai sekitar Rp2,2 miliar. Bantuan tersebut berupa dua unit combine harvester senilai sekitar Rp1,18 miliar, satu unit traktor roda empat senilai Rp520 juta, serta rehabilitasi lima jaringan irigasi tersier dengan nilai sekitar Rp500 juta.
“Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan usaha pertanian mereka. Dengan bantuan ini ongkos produksinya jadi lebih minim, hasilnya lebih banyak,” Jelas Gus Barra.
Tak hanya bantuan berupa alat mesin pertanian, pemerintah juga memberikan dukungan berupa ayam petelur dan kandang kepada sejumlah kelompok tani. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi sumber tambahan pendapatan bagi keluarga petani.
“Kita berharap bantuan yang diberikan saat ini, baik berupa ayam petelur dan kandangnya, bisa dimanfaatkan oleh 18 kelompok tani dan didampingi oleh penyuluh pertanian, sehingga bisa memiliki tambahan nilai ekonomi untuk keluarganya,” urai gus Barra.
Selain meningkatkan produktivitas, Pemkab Mojokerto menjadikan Program Petani Milenial sebagai bagian dari strategi regenerasi petani. Generasi muda didorong tidak hanya menjadi pelaku usaha tani, tetapi juga mampu membawa inovasi dan teknologi ke sektor pertanian.
Perkembangan teknologi digital dinilai membuka peluang besar bagi generasi muda untuk mengembangkan pertanian sebagai sektor usaha yang modern dan memiliki prospek ekonomi. Dengan pendekatan tersebut, pertanian tidak lagi dipandang sebagai sektor tradisional, tetapi dapat berkembang menjadi bisnis yang produktif dan kompetitif.
Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto juga mendorong agar bantuan yang diberikan tidak berhenti pada penyediaan sarana produksi. Pendampingan oleh penyuluh pertanian diperlukan agar bantuan benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan produktivitas dan pendapatan petani.
Pemerintah daerah juga membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah desa, kelompok tani, perguruan tinggi, pelaku usaha, serta generasi muda untuk membangun ekosistem pertanian yang lebih kuat. Sehingga, kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat keterampilan petani, akses pembiayaan, penggunaan teknologi, pengembangan pasar, hingga pengelolaan usaha pertanian.
Sejumlah 18 kelompok tani di berbagai wilayah Kabupaten Mojokerto menjadi penerima bantuan dalam program tersebut. Bantuan ayam petelur dan kandang antara lain diberikan kepada kelompok tani Bend Makmur Desa Candiwatu, Rukun Makmur Desa Pacet, Margo Rukun Desa Candiwatu, Seto Kumitir Desa Kumitir, Karya Bakti Tani Desa Pohjejer, Tirto Mulyo Desa Dinoyo, Tani Makmur Desa Kesimantengah, Sri Rejeki Desa Mojokembang, Jinggringtani Desa Sumberkembar, serta Tani Mulyo III Desa Kemasantani.
Untuk alat mesin pertanian, bantuan combine harvester diberikan kepada kelompok Tani Makmur Desa Sumbertebu dan Rukun Tani Desa Ngimbangan. Sementara traktor roda empat diberikan kepada kelompok Melati Putih Desa Talunblandong.
Adapun rehabilitasi jaringan irigasi tersier diberikan kepada kelompok Makmur Dua Desa Leminggir, Gemah Ripah 01 Desa Jatipasar, Karya Tani Desa Balongmasin, Sumber Lestari Desa Jotangan, serta Rukun Tani Desa Randubango.
Ludfy mengatakan berbagai bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kapasitas petani sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Kabupaten Mojokerto. Pemerintah berharap bantuan alat mesin pertanian, sarana peternakan, dan perbaikan jaringan irigasi dapat menekan biaya produksi serta meningkatkan hasil usaha tani.
Hal serupa, penguatan petani milenial diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan pertanian daerah. Regenerasi petani menjadi penting agar sektor pertanian tetap memiliki sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan pasar.
Kegiatan di Gondang tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus mendorong generasi muda untuk melihat pertanian sebagai peluang usaha.
Dengan menjaga lahan pertanian, meningkatkan produktivitas, memperkuat infrastruktur, serta mendorong inovasi generasi muda, Kabupaten Mojokerto berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan investasi, ketahanan pangan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (adv)
Reporter : Nur Hidayah
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)
