JOMBANG (Lentera) – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026 telah menetapkan 9 ulama sepuh sebagai anggota Ahlul Halli Wal ‘Aqdi (AHWA).
Reporter Lentera, Minggu (30/8/2026) malam, melaporkan berdasarkan Rekapitulasi Nasional Hasil Tabulasi Suara yang ditandatangani 30 Agustus 2026, 9 nama dengan perolehan suara terbanyak ditetapkan sebagai formatur yang bertugas memilih Rais ‘Aam PBNU melalui musyawarah mufakat.
Tercatat KH Nurul Huda Djazuli dari Ploso Kediri memimpin perolehan suara dengan 485 suara atau 10,31 persen.
Disusul TGK KH Nuruzzahri Yahya dari Waled NU dengan 477 suara atau 10,14 persen.
Selengkapnya inilah 9 ulama yang terpilih sebagai AHWA:
1. KH. Nurul Huda Djazuli (Ploso) – 485 Suara, 10,31 persen.
2. Tgk. KH. Nuruzzahri Yahya (Waled NU) – 477 Suara, 10,14 persen.
3. AG. Dr. KH. Baharuddin HS, MA – 392 Suara, 8,34 persen.
4. KH. Miftachul Akhyar – 350 Suara, 7,44 persen.
5. KH. Afifuddin Muhajir – 339 Suara, 7,21 persen.
6. KH. Anwar Iskandar – 326 Suara, 6,93 persen.
7. KH. Anwar Manshur (Lirboyo) – 303 Suara, 6,44 persen.
8. Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj – 273 Suara, 5,80 persen.
9. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA – 268 Suara, 5,70 persen.
Total suara masuk dalam tabulasi mencapai 4.703 suara dari 34 calon ulama yang diusulkan muktamirin melalui 6 bilik/panel penghitungan.
Sesuai AD/ART dan Tata Tertib Muktamar ke-35, kesembilan anggota AHWA inilah yang akan bermusyawarah untuk menetapkan Rais ‘Aam PBNU periode mendatang.
Jika tidak ada perubahan agenda, musyawarah akan dilakukan di rumah kasepuhan almarhum KH Abdul Wahab Hasbullah. (*)
Reporter: Sutono Abdillah
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)
