26 August 2026

Get In Touch

Peringatan Maulid Nabi di Ponorogo, Tebar Koin Rp25 Juta dan Kenduri 1.250 Ingkung

Tradisi tebar uang koin senilai sekitar Rp 25 juta mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Ishaq, Desa Coper, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo. (foto:ist/Kompas.com)
Tradisi tebar uang koin senilai sekitar Rp 25 juta mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Ishaq, Desa Coper, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo. (foto:ist/Kompas.com)

PONOROGO (Lentera) – Tradisi tebar uang koin senilai sekitar Rp 25 juta mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Ishaq, Desa Coper, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. 

Takmir Masjid Al-Ishaq, Damhuri mengatakan bahwa selain uang koin, masyarakat juga membawa sedikitnya 1.250 ingkung untuk rangkaian doa bersama dan kenduri. 

"Kurang lebih Rp 25 juta koin yang kita sebar dan sedikitnya ada 1.250 ingkung yang dibawa warga ke lingkungan masjid untuk kenduri,” ujar Damhuri usai kegiatan, Selasa (25/6/2026) mengutip Kompas.com, Rabu (26/8/2026).

Damhuri menambahkan, uang koin yang ditebar dari kegiatan tersebut, berasal dari sedekah jemaah dan masyarakat sekitar. 

Tradisi tersebut, menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi yang rutin digelar masyarakat Desa Coper setiap tahun. 

"Uang ini berasal dari sedekah jemaah dan masyarakat sekitar yang dikumpulkan untuk kegiatan Maulid Nabi. Peringatan Maulid Nabi ini sudah kegiatan agenda rutin di Desa Coper," ungkap Damhuri. 

Menurutnya, tebar koin bukan tradisi baru bagi masyarakat Coper, kebiasaan tersebut telah diwariskan dari para sesepuh desa dari generasi ke generasi. 

Di balik uang koin yang ditebar, terdapat pesan yang ingin terus dipertahankan masyarakat Coper. Dahulu, koin digunakan sebagai daya tarik, agar anak-anak mau datang ke masjid. 

"Tradisi tebar koin ini memang kita meneruskan dari mbah-mbah dulu. Filosofinya, dari mbah-mbah dulu kita diajak beribadah,” katanya. 

Anak-anak yang datang, kemudian dikenalkan dengan kegiatan ibadah dan diajak mengikuti shalat berjamaah. 

"Begitu anak-anak ambil uang koin terus harus shalat, harus shalat berjamaah,” ujarnya. 

Cara tersebut, menurut Damhuri, menjadi bagian dari pendidikan keagamaan yang dilakukan para sesepuh dengan pendekatan sederhana. Tradisi itu kemudian terus dipertahankan hingga sekarang, karena dianggap memiliki nilai bagi generasi muda. 

"Dulu pakai diiming-imingi, itu ada uang koin di situ loh. Akhirnya, sampai sekarang dibudayakan, dilestarikan,” ujar Damhuri. 

Salah satu remaja Desa Coper yang masih duduk di bangku SMP, Alvin mengaku senang dengan tradisi tebar koin yang dilakukan pengelola masjid, bisa mendapat uang koin hingga ratusan ribu rupiah dari berebut koin. 

"Senang yang rebutan koin. Lumayan bisa dapat seratus ribu lebih dari koin seribuan. Seru karena banyak yang rebutan,” katanya.

Selain tebar koin, masyarakat juga membawa 1.250 ayam ingkung ke lingkungan Masjid Al-Ishaq. Ingkung tersebut kemudian menjadi bagian dari kegiatan makan bersama, setelah masyarakat berdoa dan mengungkapkan rasa syukur. 

"Ingkung itu dibawa warga untuk rangkaian doa bersama dan kenduri. Setelah berdoa dan bersyukur atas hasil bumi, masyarakat kemudian menikmati hidangan bersama-sama,” ungkapnya. 

Bagi warga Desa Coper, tebar koin dan kenduri menjadi bagian dari rangkaian Maulid Nabi yang menggabungkan kegiatan keagamaan dengan kebersamaan masyarakat. 

Damhuri berharap, tradisi tersebut tetap dipahami maknanya dan diteruskan oleh generasi mendatang. 

"Selain tebar koin, ada doa bersama dan kenduri sebagai bentuk rasa syukur. Harapannya tradisi ini tetap dilestarikan, jangan sampai hilang karena ini warisan dari mbah-mbah kita,” pungkasnya. 

Sehingga peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga ruang untuk mempertahankan tradisi dan mempererat kebersamaan warga.

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:

Punya insight tentang peristiwa terkini?

Jadikan tulisan Anda inspirasi untuk yang lain!
Klik disini untuk memulai!

Mulai Menulis
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.