25 August 2026

Get In Touch

Desa Sade Lombok Kebakaran, Rumah Tradisional dan Warisan Budaya Tak Tersisa

Ratusan rumah di Desa Adat Sade Lombok Tengah ludes terbakar pada Sabtu (22/8/2026) (Dok. Warga)
Ratusan rumah di Desa Adat Sade Lombok Tengah ludes terbakar pada Sabtu (22/8/2026) (Dok. Warga)

LOMBOK TENGAH (Lentera) -Desa Adat Sade di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), kebakaran pada Sabtu (22/8/2026) malam. 

Desa adat Suku Sasak yang selama ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan di Lombok itu dilalap api.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 20.00 Wita dan menghanguskan bangunan-bangunan di Desa Adat Sade, yang sebagian besar menggunakan material kayu, bambu, bedek, serta beratap ilalang.

"Kondisi Kampung Sasak Sade yang kita cintai malam ini sudah tidak ada satu rumah pun yang tersisa, tidak ada satu barang pun yang bisa kami selamatkan karena api segitu cepat," kata Tohirman Hayanto, warga Desa Sade.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran di desa adat Suku Sasak tersebut belum diketahui. 

Desa Sade

Tim pemadam kebakaran bersama aparat dan masyarakat bahu-membahu memadamkan api.

Tohirman mengatakan, api diperkirakan berasal dari bagian tengah Kampung Sasak Sade. Api kemudian dengan cepat meluas dan membakar seluruh kawasan Desa Sade.

"Sekitar 250 rumah sudah habis ludes, barang pun enggak ada yang bisa diselamatkan karena bahan dari bambu sama ilalang, makanya api begitu cepat melalap semua rumah," kata Tohirman.

Selain rumah warga, sejumlah barang yang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat juga ikut terbakar. Kain tenun dan kerajinan warga Desa Sade yang biasanya dijual kepada wisatawan turut dilalap api.

Tidak Ada Korban Jiwa

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal turun langsung ke lokasi kebakaran Desa Adat Sade pada Sabtu (22/8/2026) malam.

Iqbal memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

"Yang penting sekarang enggak ada korban, teman-teman dari Polres Kadus Kades saya tanya sejauh ini enggak ada korban," kata Iqbal dalam keterangan resmi, Minggu (23/8/2026).

Proses pemadaman berlangsung hingga Minggu dini hari. Pemadam kebakaran dibantu masyarakat dan aparat memadamkan api yang masih berada di bagian tengah kawasan Desa Adat Sade.

"Yang penting kami pastikan penghuni dulu alhamdulillah dan sekarang terima kasih proses pemadaman hanya satu titik di tengah yang harus dipadamkan. Tadi Kades sudah membuat akses dengan alat berat dan damkar sudah masuk ke tengah memadamkan bagian tengah," kata Iqbal, sebagaimana  dikutip dari Kompas.

Pemerintah Siapkan Penanganan Warga Terdampak

Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah akan menyiapkan langkah darurat bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.

Pemerintah Desa Rembitan telah menyiapkan sementara bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai lokasi pengungsian bagi masyarakat terdampak.

Gubernur Iqbal mengatakan penanganan warga tidak boleh berhenti pada penyediaan tempat pengungsian. 

Pemerintah juga harus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, termasuk sandang, pangan, serta rasa aman bagi keluarga yang rumahnya terdampak. 

"Yang pertama sekarang dan harus cepat adalah bagaimana kebutuhan dan rasa aman masyarakat yang rumahnya terbakar kita perhatikan. Kebutuhan sandang, pangan, dan aktivitas sosial ekonomi mereka harus kita pastikan," kata Iqbal.

Selain penanganan darurat, pemerintah juga mulai memikirkan pemulihan kawasan Desa Adat Sade. 

Iqbal mengatakan akan berkoordinasi dengan Bupati Lombok Tengah dan pihak terkait untuk menentukan langkah penanganan hingga rencana rekonstruksi.

"Saya akan segera berkomunikasi dengan Bupati Lombok Tengah untuk mengambil langkah cepat dan tepat. Nanti kita pikirkan bagaimana merekonstruksi kembali Desa Adat Sade," kata Iqbal.

Desa Adat yang Jadi Daya Tarik Wisatawan

Desa Adat Sade merupakan salah satu desa adat masyarakat Suku Sasak di Lombok yang telah dihuni selama puluhan generasi. 

Masyarakatnya masih mempertahankan tradisi, bentuk hunian, serta tata kehidupan yang diwariskan leluhur. Desa Sade juga menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang populer di Lombok. 

Lokasinya berada tidak jauh dari kawasan Mandalika, dan menjadi tempat wisatawan untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat Suku Sasak. 

Daya Tarik Desa Sade Lombok

Salah satu daya tarik Desa Sade adalah keberadaan rumah adat Suku Sasak.

Rumah tradisional di kawasan ini terdiri dari Bale dan Lumbung, dengan penggunaan material alami seperti bambu dan alang-alang pada bagian bangunannya. 

Rumah adat tersebut juga memiliki karakteristik lantai yang terbuat dari campuran tanah liat dan kotoran kerbau. 

Penggunaan material tersebut menjadi salah satu keunikan yang dapat ditemui wisatawan ketika berkunjung ke Desa Sade. 

Selain melihat rumah adat, wisatawan dapat mengenal budaya masyarakat Sasak melalui aktivitas menenun. 

Desa Sade dikenal sebagai salah satu tempat tinggal masyarakat Sasak yang mempertahankan tradisi pembuatan kain tenun. 

Wisatawan dapat melihat proses pembuatan kain secara tradisional, bahkan membeli kain tenun sebagai oleh-oleh.

Daya tarik budaya lainnya adalah pertunjukan Peresean, yang dapat disaksikan wisatawan ketika berkunjung (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.