JEMBER (Lentera) - Sebanyak 527 ancak atau tumpeng menyerupai gunungan yang diarak ratusan warga akhirnya berhasil dihadirkan dan mengantarkan Jember, memecahkan Rekor MURI Ancak Agung Terbanyak.
Ratusan ancak ini, diarak oleh berbagai lapisan masyarakat dari Jalan Gajah Mada hingga Alun-alun Kota Jember.
"Hari ini saya berkesempatan hadir dalam Ancak Agung Jember dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Bagi saya, Ancak Agung bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi wujud rasa syukur, kebersamaan, dan kecintaan masyarakat Jember dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW," ujar Bupati Jember Gus Fawait, Sabtu (22/8).
Dia juga menyampaikan rasa syukur alhamdulillah, tahun ini warga Jember kembali mencatat sejarah. Sebanyak 527 ancak berhasil dihadirkan dan mengantarkan Jember memecahkan Rekor MURI Ancak Agung Terbanyak, mengalahkan rekor tahun sebelumnya yang berjumlah 449 ancak.
Kemeriahan semakin lengkap dengan hadirnya Gunungan Suwar-Suwir, sebagai simbol kekayaan kuliner dan budaya khas Jember.
"Semoga semangat kebersamaan dalam Ancak Agung ini senantiasa membawa keberkahan bagi masyarakat Jember. Mari terus kita jaga tradisi, lestarikan budaya, dan teladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Ia juga menambahkan, bahwa tradisi yang sarat dengan muatan religius tersebut mampu menjadi daya tarik wisata tersendiri yang berdampak langsung pada perputaran roda ekonomi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Pemerintah Kabupaten Jember juga berkomitmen, untuk menjadikan Festival Ancak Agung sebagai agenda kebudayaan berkelanjutan.
Arak-arakan ancak ini juga pelibatan aktif unsur kecamatan, desa, hingga berbagai elemen masyarakat, perhelatan ini diharapkan terus berkembang dan mampu menempatkan Jember sebagai salah satu pusat wisata budaya unggulan di kancah regional maupun nasional.
Ancak Agung adalah tradisi kirab atau arak-arakan gunungan yang diisi dengan hasil bumi, buah-buahan, sayuran, dan makanan khas seperti suwar-suwir. Tradisi ini sangat lekat dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di daerah seperti Kabupaten Jember maupun daerah lain di Jatim. (ads)
Reporter: Moko





.jpg)
