23 August 2026

Get In Touch

Wisuda Untag Surabaya jadi Momentum Solidaritas, Alumni Donasikan Rp97,85 Juta untuk NTT

Rektor Untag Surabaya, Dr. Harjo Seputro. (Amanah/Lentera)
Rektor Untag Surabaya, Dr. Harjo Seputro. (Amanah/Lentera)

SURABAYA (Lentera) — Solidaritas untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi terus mengalir, termasuk dari civitas akademika Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya.

Dalam rangkaian wisuda, Ikatan Keluarga Besar Alumni (IKBA) Untag Surabaya menyerahkan donasi sebesar Rp97.850.000 untuk mendukung penanganan dampak bencana di NTT.

Rektor Untag Surabaya, Dr. Harjo Seputro mengatakan donasi dari alumni tersebut akan digabungkan, dengan bantuan yang dihimpun dari civitas akademika Untag Surabaya. Seluruh bantuan selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat terdampak, melalui tim yang bekerja sama dengan pihak ketiga dan akan mendatangi langsung wilayah terdampak di NTT.

“Donasi dari alumni ini nanti kita gabung dengan donasi yang kita himpun dari civitas akademika. Kemudian akan ada tim yang bekerja sama dengan pihak ketiga untuk datang dan menyalurkannya langsung ke NTT,” ujar Harjo, Sabtu (22/8/2026).

Menurutnya, penggalangan donasi tersebut merupakan bentuk kepedulian keluarga besar Untag Surabaya terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana. Bantuan diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga terdampak sekaligus menjadi bentuk solidaritas dari lingkungan perguruan tinggi.

Kepedulian Untag Surabaya terhadap NTT juga terlihat dari pelaksanaan wisuda. Harjo menyebut, terdapat sejumlah lulusan asal NTT yang mengikuti prosesi wisuda. Meskipun sebelumnya terdapat mahasiswa dari NTT yang turut terdampak bencana, seluruh lulusan asal wilayah tersebut yang dijadwalkan mengikuti wisuda hadir dalam prosesi tersebut.

“Alhamdulillah, yang wisuda hari ini memang ada lulusan dari NTT dan alhamdulillah hadir semua,” katanya.

Penyerahan donasi tersebut, menjadi bagian dari rangkaian wisuda Untag Surabaya yang digelar selama dua hari. Dalam kegiatan tersebut, total terdapat 1.958 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan, mulai Diploma, Sarjana, Magister hingga Doktor.

Wisuda kali ini mengusung tema “Berkarya untuk Bangsa, Berdampak bagi Dunia”. Tema tersebut menjadi pesan bagi para lulusan agar ilmu dan kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan tidak berhenti pada pencapaian pribadi, tetapi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Harjo mengatakan, Untag Surabaya sengaja menghadirkan alumni yang berkiprah di tingkat internasional sebagai narasumber untuk memberikan motivasi kepada para lulusan.

Salah satu narasumber berasal dari alumni Program Studi Teknik Arsitektur Untag Surabaya yang kini bekerja di lingkungan Perwakilan UNESCO Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Kami memotivasi para lulusan untuk selalu berkarya. Kemudian karya itu harus bisa memberikan dampak bagi masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya.

Kehadiran alumni yang berkiprah di organisasi internasional tersebut, lanjut Harjo, diharapkan menunjukkan bahwa lulusan Untag Surabaya memiliki peluang untuk mengembangkan karya hingga tingkat global.

“Dari Kampus Merah Putih Untag Surabaya bisa berkarya untuk dunia,” tegasnya.

Melalui momentum wisuda sekaligus penggalangan bantuan tersebut, Untag Surabaya ingin menanamkan pesan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kelulusan atau gelar akademik, tetapi juga dari sejauh mana ilmu dan karya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Solidaritas terhadap masyarakat NTT menjadi salah satu wujud nyata pesan tersebut, ketika keluarga besar Untag Surabaya turut mengambil bagian dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi situasi pascabencana," tutupnya.

 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.