23 August 2026

Get In Touch

Kasus Unsoed jadi Sorotan, Rektor UB Ungkap Komitmen Jaga Integritas Kampus

Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D., Med.Sc. (Santi/Lentera)
Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D., Med.Sc. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Kasus dugaan pemerasan dalam penerimaan mahasiswa baru (maba) hingga ratusan juta rupiah, yang menjerat Rektor Universitas Soedirman (Unsoed), Akhmad Sodiq menjadi sorotan publik.

Menanggapi hal tersebut, Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D., Med.Sc. mengungkapkan komitmen kampusnya dalam menjaga integritas.

Dikatakannya, UB berupaya mengantisipasi terjadinya pelanggaran integritas dengan menerapkan dan mengintegrasikan konsep zona integritas di lingkungan kampus.

"Pertama, saya turut prihatin juga atas kejadian yang ada. Kami di UB insyaallah menerapkan atau mengintegrasikan konsep zona integritas," ujar Prof. Widodo, ditemui di Universitas Brawijaya, Sabtu (22/8/2026).

Menurutnya, penerapan zona integritas tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan administratif, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya integritas di lingkungan perguruan tinggi.

Karena itu, UB menekankan kepada seluruh pihak, termasuk para pimpinan kampus, untuk menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan tugas dan pelayanan di lingkungan kampus.

"Karena perguruan tinggi saya kira harus menjadi contoh tempat di mana anak-anak kita, generasi muda kita untuk belajar menjunjung tinggi integritas," katanya.

Prof. Widodo juga mengaitkan, pentingnya integritas dengan keberlangsungan sebuah bangsa dan peradaban. Menurutnya, berbagai peradaban besar dalam sejarah dapat berkembang ketika nilai-nilai integritas dijunjung tinggi.

"Kalau kita belajar dari sejarah, bangsa yang besar, peradaban yang besar, mulai itu dari Roma, Byzantium, China, Yunani, itu pasti bangsa yang menjunjung tinggi integritas. Ketika integritas itu tidak dijunjung, bangsanya runtuh," tuturnya.

Lebih lanjut, Prof. Widodo menyebut, sejumlah fakultas di UB juga telah menjalani visitasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) dalam upaya memperoleh predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

Beberapa di antaranya, yakni Fakultas Pascasarjana, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM), serta Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan.

Sementara itu, Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) UB telah memperoleh predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), yang disebut Prof. Widodo sebagai capaian tertinggi dalam penerapan zona integritas.

"Yang jelas satu fakultas kami, yakni FTAB, itu sudah mendapatkan predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Itu capaian tertinggi untuk zona integritas," katanya.

Prof. Widodo juga mengungkapkan, UB telah ditunjuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai piloting pengembangan integritas ekosistem perguruan tinggi. Menurutnya, penunjukan tersebut menjadi tantangan sekaligus komitmen bagi seluruh sivitas akademika UB untuk terus menjaga integritas.

Diketahui, KPK menetapkan Rektor Unsoed, Akhmad Sodiq dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Norman Arie Prayogo sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terkait penerimaan mahasiswa baru. Selain keduanya, KPK juga menetapkan 4 pihak lainnya sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

Dalam perkembangan penyidikan, KPK turut menelusuri dugaan perubahan harta yang berkaitan dengan kasus tersebut. Langkah itu dilakukan setelah penyidik menemukan indikasi perubahan harta yang diduga berasal dari uang hasil pemerasan terhadap orang tua calon mahasiswa baru.

 

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.