19 August 2026

Get In Touch

Pemkab Jember Gandeng OJK, BI dan Sektor Perbankan Optimalkan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi

Bupati Jember Gus Fawait saat berdiskusi bersama Kepala OJK Jember, Kepala Perwakian Bank Indonesia Jember dan pimpinan sektor perbankan pemerintah untuk menyelaraskan akselerasi ekonomi di Jember.
Bupati Jember Gus Fawait saat berdiskusi bersama Kepala OJK Jember, Kepala Perwakian Bank Indonesia Jember dan pimpinan sektor perbankan pemerintah untuk menyelaraskan akselerasi ekonomi di Jember.

JEMBER (Lentera) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jember, menggelar audiensi bersama para pimpinan perbankan se-Kabupaten Jember.

Pertemuan ini difokuskan untuk menyelaraskan persepsi, serta mengoptimalkan peran sektor perbankan dalam mendukung akselerasi ekonomi daerah.

 

Bertempat di kantor OJK Jember, Kepala OJK Jember, Aris Biduman, menjelaskan bahwa agenda tersebut mempertemukan seluruh pimpinan perbankan. Mulai Bank Bank Himbara, BPD, hingga bank swasta dengan Pemkab Jember, BI, dan OJK.

"Tujuannya untuk menyamakan persepsi mengenai harapan seluruh pihak. Pertama, agar kinerja perbankan meningkat. Kedua, agar sektor perbankan dapat berfokus mendorong serta mendukung Pemkab Jember dalam memacu pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Kepala OJK Jember Aris, Selasa (18/8/2026).

Dia juga menambahkan, forum ini juga menjadi wadah bagi Pemerintah Kabupaten Jember untuk menyampaikan harapan serta menyerap aspirasi terkait dukungan yang dibutuhkan sektor perbankan guna memperluas ekspansi bisnis di wilayah Jember.

Sementara Bupati Jember, Gus Fawait menyampaikan apresiasi atas inisiasi OJK dan Bank Indonesia, dalam menyelenggarakan pertemuan strategis tersebut. Bupati menekankan, pentingnya menjaga tren positif perekonomian Jember yang mencatatkan pertumbuhan signifikan pada triwulan I tahun 2026.

"Pertumbuhan ekonomi Jember pada triwulan I 2026 mencapai 6,38 persen, merupakan yang tertinggi di wilayah Sekarkijang. Forum ini menjadi momentum untuk memastikan pertumbuhan tetap tinggi, inklusif, dan berkelanjutan," kata Gus Fawait.

Dia juga menjelaskan, bahwa selain belanja pemerintah (APBD dan APBN), sektor investasi dan perbankan memegang peranan kunci dalam menggerakkan roda ekonomi. Salah satu potensi besar yang perlu dioptimalkan adalah Dana Pihak Ketiga (DPK), di mana Kabupaten Jember mencatatkan angka DPK tertinggi di kawasan Sekarkijang.

"Kami mendorong penyaluran DPK dan kredit investasi agar lebih optimal pada semester kedua tahun ini. Langkah ini berujung pada peningkatan pendapatan daerah dan pengentasan kemiskinan," jelasnya.

Diungkapkannya, rencana penyempurnaan Tata Ruang (RTRW), penataan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) untuk ketahanan pangan, hingga proyek penanganan sampah bernilai investasi Rp1,5 triliun sampai Rp2 triliun pada akhir tahun. Selain itu, rencana pemanfaatan dana talangan atau pinjaman dari SMI juga diproyeksikan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan, penerangan jalan, air, dan listrik.

Guna memastikan sinergi terus berjalan, Pemkab Jember, OJK, BI, dan pihak perbankan sepakat untuk membentuk forum komunikasi rutin demi memfasilitasi kebutuhan para investor serta mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. (ads)

 

Reporter: Moko

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.