16 August 2026

Get In Touch

Korban Meninggal Akibat Gempa Bumi NTT Bertambah Menjadi 20 Orang

Tim SAR melakukan pencarian korban akibat gempa bumi NTT. (ist)
Tim SAR melakukan pencarian korban akibat gempa bumi NTT. (ist)

SURABAYA (Lentera) - Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026), berdasarkan laporan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencapai 20 orang. Selain itu juga 6 orang luka-luka dan 2 orang masih tertimbun reruntuhan bangunan.

Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Noer Isrodin mengatakan, jumlah tersebut menurut informasi yang dihimpun di lapangan hingga Sabtu pukul 11.30 WIB. 

Noer menjelaskan, di Kabupaten Sikka, tiga orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka. Sementara di Kabupaten Manggarai Barat, satu orang meninggal dunia dan dua lainnya luka-luka. Sedangkan di Kabupaten Manggarai ada delapan orang meninggal dunia dan dua orang lainnya masih tertimbun reruntuhan bangunan. 

Noer mengatakan, Basarnas bersama seluruh unsur SAR nasional telah bergerak untuk melakukan pencarian dan pertolongan terhadap warga terdampak. Kantor SAR Maumere, telah mengerahkan tim untuk melakukan operasi penyelamatan.

Demikian juga dari Pos SAR Labuan Bajo dan Unit Siaga SAR Ende juga bergerak menuju wilayah terdampak, khususnya Ruteng dan Mbay. “Saat ini juga, Kapal Negara Puntadewa juga sudah bergerak dari Maumere menuju ke Labuan Mbay untuk melaksanakan asesmen dan juga melaksanakan perbantuan operasi SAR,” ungkap Noer melasir Kompas.com. 

Lebih lanjut Noer menjelaskan Basarnas juga mengerahkan satu unit helikopter dari Satuan Udara Pencarian dan Pertolongan Lanud ATS pada pukul 11.16 WIB untuk menuju lokasi terdampak.  “Saat ini kami masih melaksanakan asesmen manakala nanti dibutuhkan ataupun kebutuhan dalam eskalasi yang lebih besar,” tegas dia.

Basarnas Command Center dan Basarnas Special Group juga menyiapkan tim yang akan diberangkatkan menggunakan fasilitas TNI Angkatan Udara. Tim tersebut untuk membantu penanganan di lapangan dan menyelamatkan warga yang terdampak. 

“Dan kami juga mengimbau kepada seluruh kekuatan, potensi SAR Nasional untuk bisa bersama-sama membantu masyarakat kita yang terdampak di wilayah bencana,” pungkas dia. (*)


Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.