10 August 2026

Get In Touch

Badai di Filipina Sebabkan 8 Orang Tewas dan 486 Ribu Terdampak

Badai Tropis Fengshen melanda Filipina utara dan tengah pada hari Minggu (19/10/2025). (Antara)
Badai Tropis Fengshen melanda Filipina utara dan tengah pada hari Minggu (19/10/2025). (Antara)

FILIPINA (Lentera) - Fenomena angin muson barat daya Habaga yang menguat bersamaan dengan terjadinya siklon tropis Luis dan Maymay terus menghantam sejumlah kawasan di Filipina, menyebabkan delapan orang meninggal dunia dan satu orang dilaporkan hilang, laporan pemerintah pada Minggu (9/8/2026).

Dewan Penanganan dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional (NDRRMC) menjelaskan setidaknya 124 ribu keluarga atau 486 ribu orang terdampak bencana akibat hujan lebat dan banjir di sejumlah wilayah Filipina hingga Minggu (9/8/2026) pukul 18:00 waktu setempat.

NDRMMC juga menyebut jumlah keseluruhan korban tewas masih dalam validasi termasuk dua orang di daerah Rizal akibat longsoran batu, dua orang di Batangas akibat tenggelam dan tersetrum listrik, dua korban di daerah Benguet karena tanah longsor, dan dua orang di La Union akibat tenggelam dan tersetrum.

Melansir antara, Badan itu juga melaporkan tujuh orang terluka di Benguet akibat tanah longsor dan kecelakaan kendaraan. Satu orang di Batangas juga dilaporkan hilang. NDRRMC menyebut warga terdampak tersebar di Wilayah I Ilocos, Wilayah II Cagayan, Wilayah III Luzon Tengah, Calabarzon, Mimaropa, Bicol, Wilayah VI Visayas barat, Wilayah IX Semenanjung Zamboanga, dan Daerah Cordillera (CAR).

Presiden Ferdinand R Marcos Jr telah mengarahkan lembaga pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul hujan lebat dan banjir yang melanda Metro Manila dan sejumlah wilayah di Luzon.

Banjir dilaporkan terjadi di Wilayah I, Wilayah III, Mimaropa, CAR dan Calabarzon, sementara tanah longsor terjadi di Wilayah I, CAR dan Calabarzon. Hingga pukul 18:00 Waktu setempat, sebanyak 119 pusat evakuasi masih beroperasi dan menampung 2.500 keluarga atau 8.300 orang.

Sebanyak 170 rumah mengalami kerusakan, terdiri atas 13 rumah rusak total dan 157 rumah rusak Sebagian, sementara kerusakan infrastruktur diperkirakan mencapai 105,5 juta Peso (sekitar Rp30,95 miliar) dengan kerugian sektor pertanian mencapai 3,5 juta Peso (sekitar Rp1,02 miliar)

NDRRMC menyatakan pemerintah pusat, pemerintah daerah serta mitra lainnya telah menyalurkan bantuan senilai 13,93 juta Peso (sekitar Rp4,08 miliar) kepada keluarga yang terdampak. (*)

 

Editor: Lutfiyu Handi


 

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.