10 August 2026

Get In Touch

Workshop Lentera Training Center Dorong Guru dan Content Creator Manfaatkan AI untuk Bikin Animasi

Para peserta workshop membuat video animasi dengan AI yang digelar Lenetera Training Center.
Para peserta workshop membuat video animasi dengan AI yang digelar Lenetera Training Center.

SURABAYA (Lentera) - Teknologi artificial intelligence (AI) kini tidak hanya digunakan untuk mencari informasi atau menghasilkan teks. Dengan pendekatan yang tepat, AI juga dapat menjadi alat untuk menerjemahkan ide menjadi karya visual, termasuk video animasi.  Hal itu dipraktikkan langsung dalam Workshop Membuat Video Animasi dengan AI yang digelar Lentera Training Center, Sabtu (8/8/2026).

Workshop yang berlangsung di Lentera Training Center, Jalan Tenggilis Tengah Nomor 4, Surabaya, tersebut mengajak peserta mengikuti seluruh tahapan produksi video animasi berbasis AI. Mulai dari menentukan ide, membangun karakter, menulis naskah, membuat storyboard, menyusun prompt, menghasilkan visual dan video, hingga merangkainya menjadi karya utuh.

Praktisi Teknologi Media Innobi & Lentera TV sekaligus Pengajar workshop, Bagus Tri Widiantoro, mengatakan kegiatan tersebut dirancang dengan pendekatan learning by doing. Peserta tidak hanya diperkenalkan pada berbagai tools AI, tetapi langsung mempraktikkannya untuk menghasilkan video berdasarkan ide dan kreativitas masing-masing.

“Workshop hari ini kami fokuskan pada praktik membuat video animasi dengan memanfaatkan teknologi AI, khususnya untuk kebutuhan pembelajaran dan para content creator. Peserta tidak hanya diperkenalkan pada tools AI, tetapi diajak mengikuti seluruh proses produksi, mulai dari menentukan ide dan topik, menyusun naskah, membuat karakter, storyboard, menyusun prompt, sampai menghasilkan dan merangkai video menjadi sebuah karya yang utuh,” ujar Bagus.

Menariknya, peserta diberikan kebebasan untuk menciptakan karakter sesuai gagasan masing-masing. Hasilnya pun beragam, mulai dari karakter pensil yang dapat berbicara, karakter ibu guru dan pak guru, hingga karakter kartun dengan bentuk dan cerita yang unik.

Menurut Bagus, proses tersebut menjadi bagian penting dalam pembelajaran karena peserta tidak berhenti pada kemampuan menggunakan teknologi. Mereka juga belajar membangun cerita sekaligus menerjemahkan gagasan menjadi konten visual.

“Jadi, mereka tidak sekadar belajar menggunakan AI, tetapi juga belajar bagaimana membangun sebuah cerita dan menerjemahkan ide menjadi konten visual,” katanya.

Dalam workshop tersebut, peserta mengikuti tujuh tahapan kerja secara bertahap. Proses dimulai dari menentukan topik, membangun karakter, menulis naskah, membuat storyboard, menyusun prompt AI, melakukan eksekusi, hingga tahap finalisasi video. 

"Alur tersebut memungkinkan peserta yang sebelumnya tidak memiliki kemampuan khusus dalam menggambar, animasi maupun editing video tetap dapat mengikuti proses produksi," tuturnya.

Bagus menilai, pengalaman praktik langsung menjadi salah satu hal yang membuat peserta antusias. Sebab, pada akhir pelatihan, setiap peserta berhasil menghasilkan video berdasarkan ide dan karakter yang mereka kembangkan sendiri.

“Yang membuat saya senang sebagai pengajar adalah peserta benar-benar mempraktikkan langsung apa yang dipelajari. Di akhir workshop, masing-masing sudah menghasilkan video yang merupakan karya mereka sendiri, sesuai dengan ide dan karakter yang mereka inginkan,” ungkapnya.

Bahkan, sejumlah peserta langsung membagikan hasil karya mereka ke media sosial setelah mengikuti workshop.

Bagi Bagus, capaian tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan AI dalam proses kreatif tidak harus selalu dimulai dari kemampuan teknis yang tinggi. Yang lebih penting adalah bagaimana seseorang memiliki ide, kemudian menggunakan teknologi sebagai alat untuk mengembangkan ide tersebut menjadi karya.

“Jangan sampai AI hanya dipahami sebagai teknologi untuk menghasilkan sesuatu secara instan, tetapi bagaimana AI menjadi alat untuk membantu manusia mengembangkan kreativitas dan menghasilkan karya,” tegasnya.

Ia berharap keterampilan tersebut dapat semakin banyak dimanfaatkan oleh guru untuk membuat materi pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Di sisi lain, kemampuan memanfaatkan AI juga dapat membantu para content creator menghasilkan konten kreatif dengan proses produksi yang relatif lebih sederhana.

“Melihat mereka yang awalnya mungkin belum terbiasa membuat animasi, kemudian dalam satu hari sudah mampu menghasilkan video sesuai imajinasi mereka sendiri, bagi saya itu merupakan hasil yang sangat menggembirakan,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Amanah
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.