04 August 2026

Get In Touch

Unusa Kumpulkan Pemuda dari 8 Negara, Bahas Peran Generasi Muda Wujudkan SDGs

Pembukaan BRAVE! VIBES 2026 Unusa.
Pembukaan BRAVE! VIBES 2026 Unusa.

SURABAYA (Lentera) – Persoalan kemiskinan, kesenjangan akses pendidikan, hingga pertumbuhan ekonomi yang inklusif membutuhkan keterlibatan generasi muda. Tidak hanya sebagai penerima manfaat pembangunan, kaum muda juga didorong menjadi bagian dari solusi melalui kepemimpinan, inovasi, dan kolaborasi lintas negara.

Semangat tersebut diusung Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) melalui BRAVE! VIBES 2026 dengan tema “Youth Leadership in Achieving SDGs: Tackling Poverty, Advancing Education, and Driving Economic Growth.” Program internasional yang diselenggarakan Global Engagement of Nahdlatul Ulama University of Surabaya (GENUS) tersebut mempertemukan mahasiswa, akademisi, dan pemuda dari berbagai negara untuk belajar sekaligus berkolaborasi dalam isu pembangunan berkelanjutan.

Memasuki penyelenggaraan tahun keenam, BRAVE! VIBES 2026 diikuti peserta dari delapan negara, yakni Thailand, Filipina, Kenya, Nigeria, Arab Saudi, Timor-Leste, Madagaskar, dan Indonesia.

Selama empat hari, peserta mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk mempertemukan perspektif akademik dengan pengalaman langsung di lapangan. Rangkaian kegiatan mencakup diskusi, lokakarya, pertukaran budaya, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Rektor Unusa Prof. Tri Yogi Yuwono mengatakan, BRAVE! VIBES tidak dirancang sekadar sebagai forum akademik. Program tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk membangun jejaring internasional sekaligus mengembangkan kemampuan kepemimpinan melalui pengalaman dan kolaborasi lintas budaya.

“Melalui BRAVE! VIBES 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang melampaui ruang kelas. Selama empat hari ke depan, para peserta tidak hanya berdiskusi mengenai kemiskinan, pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga belajar langsung bagaimana kolaborasi lintas budaya dapat melahirkan solusi yang berdampak bagi masyarakat,” ujarnya saat membuka acara, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, tantangan pembangunan saat ini semakin kompleks dan tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu negara maupun satu bidang keilmuan. Kolaborasi diperlukan untuk mempertemukan pengetahuan, pengalaman, serta pendekatan yang berbeda dalam mencari solusi terhadap persoalan global.

Ia menuturkan, penyelenggaraan BRAVE! VIBES 2026 juga menjadi bagian dari komitmen Unusa dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui internasionalisasi pendidikan tinggi.

Prof. Tri Yogi menjelaskan, isu kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi memiliki keterkaitan satu sama lain. Karena itu, penyelesaiannya membutuhkan pendekatan yang terintegrasi dan melibatkan berbagai pihak, termasuk generasi muda.

"Mahasiswa dan pemuda perlu memiliki kemampuan berpikir kritis untuk memahami persoalan di sekitarnya. Di saat yang sama, mereka perlu dibekali kemampuan berkolaborasi dan berinovasi agar gagasan yang dihasilkan tidak berhenti pada diskusi, tetapi dapat diterapkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat," tuturnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga ingin menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kepedulian sosial dan keberanian mengambil peran sebagai agen perubahan, baik di tingkat lokal maupun global.

“Jangan menunggu hingga memiliki jabatan untuk mulai memimpin. Dunia membutuhkan kepemimpinan anak muda hari ini. Jadikan empat hari di UNUSA sebagai ruang untuk saling belajar, berkolaborasi, dan membangun jejaring yang kelak melahirkan perubahan nyata bagi dunia,” pesannya.

Melalui pertemuan pemuda dari berbagai negara tersebut, BRAVE! VIBES 2026 diharapkan dapat memperluas perspektif peserta mengenai persoalan pembangunan sekaligus membangun jejaring kolaborasi yang dapat terus dikembangkan setelah program berakhir.

"Forum ini menjadi salah satu upaya untuk memastikan internasionalisasi pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada pertukaran akademik, tetapi juga mendorong mahasiswa dan generasi muda terlibat langsung dalam menjawab persoalan sosial dan pembangunan berkelanjutan," tutupnya. (*)

 

Reporter: Amanah
Eiditor: Lutfiyu Handi

 

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.