31 July 2026

Get In Touch

Sekitar 200 Warga Kota Malang Positif TB, Dinkes Genjot Angka Kesembuhan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif ditemui usai mendampingi Wamenkes Benyamin Paulus meninjau layanan di Puskesmas Cisadea, Kamis (30/7/2026). (Santi/Lentera)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif ditemui usai mendampingi Wamenkes Benyamin Paulus meninjau layanan di Puskesmas Cisadea, Kamis (30/7/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Sekitar 200 warga Kota Malang terkonfirmasi positif tuberkulosis (TB) dari hasil penemuan kasus yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang. Seiring tingginya temuan tersebut, Dinkes kini menggenjot upaya pada peningkatan angka keberhasilan pengobatan dan kesembuhan, agar mencapai target nasional sebesar 90 persen.

"Penemuan kasus tuberkulosis di Kota Malang ini tinggi, bukan tertinggi. Dari yang suspek atau yang diduga memiliki gejala TB, ditemukan sekitar 200 orang yang sudah positif," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif, Kamis (30/7/2026).

Untuk memastikan penanganan berjalan lebih efektif, dikatakannya, seluruh data temuan kasus tersebut telah diintegrasikan ke dalam aplikasi berbasis support system dashboard. Melalui sistem tersebut, pemerintah di tingkat kewilayahan dapat memantau perkembangan kasus TB secara langsung.

Menurut Husnul, lurah maupun camat dapat mengetahui jumlah warga yang masih berstatus suspek, jumlah pasien yang telah terkonfirmasi TB, hingga persentase penyebaran kasus di masing-masing wilayah.

"Sehingga lurah dan camat bisa melihat wilayahnya yang terduga TB berapa, kemudian yang terdeteksi TB berapa, persentasenya seperti apa, apakah tergolong rendah atau bagaimana," katanya.

Meski demikian, Husnul mengaku pihaknya belum dapat mengevaluasi tingkat keberhasilan pengobatan pasien TB yang ditemukan sepanjang 2026 ini. Hal itu karena terapi TB membutuhkan waktu minimal 6 bulan sebelum hasil pengobatan dapat dievaluasi.

"Katakanlah penemuannya Januari, maka evaluasi keberhasilan maupun hasil pengobatannya baru bisa dilakukan pada akhir Juli atau awal Agustus," jelas Husnul.

Sebagai gambaran, Husnul memaparkan angka keberhasilan pengobatan TB di Kota Malang sepanjang 2025 telah mencapai 85 persen. Capaian tersebut masih berada di bawah target nasional yang ditetapkan sebesar 90 persen.

Karena itu, pada 2026 Dinkes menargetkan peningkatan keberhasilan pengobatan agar mampu menyamai standar nasional. "Di tahun 2025 angka keberhasilan pengobatan TB Kota Malang mencapai 85 persen. Tahun ini kami berupaya meningkatkan menjadi 90 persen sesuai target nasional," ungkapnya.

Di sisi lain, upaya pencegahan penularan TB di Kota Malang mendapat apresiasi dari Kementerian Kesehatan. Hal itu disampaikan saat kunjungan Wakil Menteri Kesehatan, Benyamin Paulus ke Puskesmas Cisadea.

Apresiasi tersebut diberikan karena capaian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) Kota Malang telah mencapai 68 persen. Program TPT menyasar masyarakat yang memiliki kontak erat dengan penderita TB agar mendapat terapi pencegahan sehingga risiko berkembang menjadi TB aktif dapat ditekan.

"Misalnya ada 1.000 orang yang kontak erat dengan penderita TB, maka sekitar 680 orang di antaranya sudah mendapatkan terapi pencegahan," terang Husnul.

Selain capaian TPT, Puskesmas Cisadea juga telah dilengkapi fasilitas Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk mempercepat diagnosis TB. Namun, fasilitas tersebut belum tersedia di seluruh 16 puskesmas di Kota Malang. "Kami membagi layanan TCM menjadi lima regional dan salah satunya berada di Puskesmas Cisadea," katanya.

Dukungan pemerintah pusat juga diwujudkan melalui bantuan perangkat portable X-ray bagi Kota Malang. Husnul mengatakan, fasilitas tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan skrining aktif di 153 titik yang telah dijadwalkan berlangsung selama Agustus hingga Oktober 2026.

Menurutnya, kebutuhan alat tersebut cukup besar mengingat setiap lokasi skrining dapat melibatkan sekitar 100 orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien TB. "Kalau satu portable X-ray mungkin tidak cukup. Sebab satu titik bisa melibatkan sekitar 100 orang yang kami undang untuk dilakukan pemeriksaan karena pernah kontak dengan penderita TB," pungkasnya.


Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.