28 July 2026

Get In Touch

Ketua Komisi III DPRD: Semakin Diminati, Padel Berpotensi jadi Cabor Prestasi di Kalteng

Ketua Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Widodo
Ketua Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Widodo

PALANGKA RAYA (Lentera) – Olahraga padel mulai diminati masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) termasuk di Kota Palangka Raya, sehingga berpotensi menjadi salah satu cabang olah raga (cabor) yang bisa menghasilkan prestasi.

Menurut Ketua Komisi III, Sigit Widodo olahraga raket yang memadukan unsur tenis dan squash ini menarik perhatian, karena relatif mudah dipelajari, dimainkan secara berpasangan, dan memiliki unsur sosial yang kuat.

"Perkembangan padel di tengah masyarakat cukup baik dan bisa dikatakan ‘barang baru’, namun untuk bisa memainkannya memerlukan keahlian khusus,” papar Sigit yang sebelumnya pernah menjabat Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Palangka Raya ini, Senin (27/7/2026).

Ia menilai, saat ini padel masih cenderung berkembang sebagai tren gaya hidup. Namun olahraga ini memiliki potensi, untuk bertahan dalam jangka panjang.

Untuk mengikuti olahraga padel, memerlukan tempat khusus dengan sarana dan prasarana khusus. Termasuk lapangan yang harus disewa, serta untuk membeli raketnya juga relatif mahal.

“Dengan biaya pelatih yang juga tidak murah, masyarakat dengan ekonomi pas-pasan, mungkin bisa mengikutinya satu atau dua kali, namun belum tentu bisa secara rutin,” ucapnya.

Disatu sisi, Sigit menilai, padel berpotensi menjadi olahraga prestasi di Kalteng, melihat di daerah lain padel semakin berkembang dan diminati.

Namun, untuk menjadi cabang olahraga (cabor) berprestasi perlu ada kompetisi resmi secara rutin. Olahraga ini juga harus terdaftar di KONI, baik kepengurusan, keanggotaan, maupun AD/ART-nya.

Sigit menambahkan, tantangan pengembangan padel antara lain ketersediaan lapangan berstandar, organisasi atau wadah pengelola, serta sekolah padel dengan biaya yang terjangkau.

“Memang saat ini padel masih tergolong olahraga kreasi, karena belum ada wadahnya dan belum resmi terdaftar di KONI, tapi tidak menutup kemungkinan kedepannya terus berkembang dan menjadi cabang olahraga resmi yang diperlombakan,” tutupnya.

 

Reporter: Novita/Editor: Ais

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.