27 July 2026

Get In Touch

Gus Muhaimin:  Tiga Agenda Utama Harus Segera Ditindaklanjuti untuk Mewujudkan Prabowonomics

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar di sela melepas 7.500 peserta PKB Run 2026 di kawasan GBK, Senayan, Jakarta, Minggu (26/7/2026).
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar di sela melepas 7.500 peserta PKB Run 2026 di kawasan GBK, Senayan, Jakarta, Minggu (26/7/2026).

JAKARTA (Lentera) - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin), kembali menegaskan makna dan arah Prabowonomics sebagai konsep ekonomi konstitusi yang harus diwujudkan melalui reformasi regulasi dan kebijakan anggaran yang berpihak kepada masyarakat, sehingga ada tiga agenda utama yang harus segera ditindaklanjuti untuk mewujudkan ekonomi konstitusi tersebut.

Hal tersebut disampaikan Gus Muhaimin kepada awak media usai melepas 7.500 peserta PKB Run 2026 di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Minggu (26/7/2026).

Gus Muhaimin menjelaskan agenda pertama adalah melakukan peninjauan dan revisi terhadap 108 undang-undang yang dinilai belum sejalan dengan semangat pembangunan berbasis ekonomi konstitusi.

"Prabowonomics atau ekonomi konstitusi itu ada tiga hal yang harus segera ditindaklanjuti. Yang pertama, me-review dan mengubah 108 undang-undang. Saya akan terus merayu semua pihak, mengajak semua partai, mari kita sukseskan ekonomi konstitusi atau Prabowonomics ini dengan mengubah 108 undang-undang," ujar Gus Muhaimin.

Ia menyebut sejumlah regulasi yang perlu ditinjau kembali antara lain Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law), Undang-Undang Mineral dan Batubara (Minerba), Undang-Undang Lingkungan Hidup, serta berbagai produk hukum lain yang dinilai bertentangan dengan semangat pembangunan berbasis ekonomi konstitusi.

Agenda kedua, lanjut Gus Muhaimin, adalah memperkuat politik anggaran yang tepat sasaran sebagaimana telah mulai dijalankan oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, APBN harus lebih diarahkan pada program-program yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Ia mencontohkan pembangunan jembatan bagi anak-anak sekolah di daerah terpencil agar tidak lagi harus mempertaruhkan keselamatan saat berangkat ke sekolah, percepatan rehabilitasi fasilitas pendidikan, hingga penguatan kewirausahaan masyarakat sebagai prioritas penggunaan anggaran negara.

"Pokoknya kebijakan APBN Pak Prabowo harus diperbesar untuk yang bisa dinikmati langsung oleh rakyat. Itulah yang disebut ekonomi konstitusi," tegasnya.

Gus Muhaimin menilai, melalui pembenahan regulasi dan penguatan belanja negara yang lebih berpihak kepada kepentingan rakyat, konsep Prabowonomics dapat menjadi landasan pembangunan nasional yang selaras dengan amanat konstitusi dan mampu menghadirkan keadilan ekonomi bagi seluruh masyarakat Indonesia. (*)


Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.