25 July 2026

Get In Touch

604 Mahasiswa Unusa Jalani KKN di Surabaya, Fokus Bangun Literasi, Kesehatan, dan Pemberdayaan

Pelepasan peserta KKN Unusa.
Pelepasan peserta KKN Unusa.

SURABAYA (Lentera)– Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menerjunkan 604 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 yang akan berlangsung selama lebih dari dua pekan. 

Mengusung tema Pemberdayaan Masyarakat melalui Transformasi Kesehatan, Pendidikan, dan Bisnis Digital Berkelanjutan, para mahasiswa akan menjalankan program pengabdian yang tidak hanya berfokus pada penyelesaian kegiatan di lapangan, tetapi juga menghasilkan riset dan program pemberdayaan yang berkelanjutan.

Sebanyak 604 mahasiswa tersebut akan ditempatkan di lima kecamatan, tujuh kelurahan, dan 42 Rukun Warga (RW) di Kota Surabaya. Mereka berasal dari 12 program studi, yakni S1 Keperawatan, S1 Pendidikan Dokter, S1 Kebidanan, S1 Gizi, S1 Kesehatan Masyarakat, D-IV Analis Kesehatan, S1 Sistem Informasi, S1 Akuntansi, S1 Manajemen, S1 PGSD, S1 PG PAUD, dan S1 Pendidikan Bahasa Inggris.

Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Tri Yogi Yuwono, DEA., mengatakan KKN merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dalam menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

"Kami ingin setiap kelompok meninggalkan manfaat yang dapat terus dirasakan masyarakat. Karena itu hasil KKN tidak berhenti ketika mahasiswa kembali ke kampus, tetapi menjadi dasar riset, pengabdian dosen, hingga pengembangan program KKN berikutnya," ujar Tri Yogi saat pelepasan peserta KKN, Jumat (24/7/2026).

Dalam KKN tersebut, mahasiswa diharapkan hadir sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi, memberdayakan masyarakat, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.

"Pelaksanaan KKN tahun ini menggunakan pendekatan kolaboratif dan multidisiplin. Mahasiswa dari berbagai program studi ditempatkan dalam kelompok yang saling melengkapi agar mampu memberikan solusi yang lebih komprehensif sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah penugasan," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Unusa, Prof. Dr. Bambang Sektiari Lukiswanto, DEA., DVM., menjelaskan pemetaan lokasi dan program KKN dilakukan bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya. Dengan demikian, setiap wilayah memiliki fokus program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

"Jadi bukan hanya setelah KKN selesai, kami akan menindaklanjuti lewat program-program keberlanjutan," katanya.

Salah satu inovasi yang dihadirkan dalam KKN 2026 adalah Program TIBA (Titik Baca) dari Perpustakaan Unusa. Program ini menyediakan akses bahan bacaan digital melalui QR Code yang disesuaikan dengan tema kegiatan maupun kebutuhan masyarakat di setiap lokasi. 

Pada wilayah tertentu, Unusa juga akan menyediakan pojok baca dengan koleksi buku cetak sebagai upaya memperkuat budaya literasi.

Ketua Pelaksana KKN Unusa, Dr. Gilang Nugraha, mengatakan seluruh capaian, potensi, dan persoalan yang ditemukan mahasiswa selama KKN akan didokumentasikan untuk menjadi dasar pengembangan riset dosen, program pengabdian kepada masyarakat, serta penyempurnaan pelaksanaan KKN pada tahun-tahun berikutnya.

"Dengan demikian, KKN di Unusa dirancang menjadi program yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Melalui KKN 2026, Unusa berharap mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan akademik, tetapi juga meningkatkan jiwa kepemimpinan, kepedulian sosial, kemampuan bekerja sama lintas disiplin, serta menghasilkan inovasi yang mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan. (*)

 

Reporter: Amanah
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.