22 July 2026

Get In Touch

Dekati Muktamar Ke-35, PWNU Jatim Tugaskan Gus Kikin Maju Jadi Calon Ketua Umum PBNU

Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz (tengah) di Surabaya, Selasa (21/7/2026). (Antara)
Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz (tengah) di Surabaya, Selasa (21/7/2026). (Antara)

SURABAYA (Lentera) - Mendekati Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Jombang, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur secara resmi menugaskan Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) untuk maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

"PWNU Jawa Timur menugaskan Kiai Haji Abdul Hakim Mahfudz menjadi kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada Muktamar ke-35," kata Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Abdul Matin di Surabaya, Selasa (21/7/2026).

Menurut dia, sebelum keputusan diambil, PWNU juga meminta pandangan pengurus cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur. Hasilnya, sebanyak 45 PCNU di provinsi tersebut menyatakan dukungan terhadap penugasan Gus Kikin sebagai calon Ketua Umum PBNU.

Kemudian, lanjutnya, keputusan dihasilkan melalui sejumlah rapat Pengurus Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PWNU Jawa Timur yang dilaksanakan secara bertahap, kemudian dilanjutkan dengan pembentukan tim kecil untuk mematangkan usulan pencalonan.

"Alhamdulillah seluruh PCNU se-Jawa Timur sepakat berada dalam satu barisan untuk mengusung Kiai Abdul Hakim Mahfudz sebagai calon Ketua Umum PBNU," ujarnya melansir antara.

Abdul Matin menegaskan pencalonan tersebut didasarkan pada sejumlah pertimbangan organisasi. Yaitu, Gus Kikin dinilai memiliki komitmen mengembalikan arah jam'iyah agar berpedoman pada Qanun Asasi yang dirumuskan pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari.

Gus Kikin juga dinilai memiliki visi membangun tata kelola organisasi yang lebih teduh, memperkuat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah nahdliyah, serta menjaga persatuan warga NU dalam menjalankan program-program organisasi.

PWNU Jatim juga menilai Gus Kikin memiliki pengalaman panjang dalam memimpin organisasi, baik di lingkungan pesantren, dunia usaha, maupun struktur Nahdlatul Ulama. Gus Kikin pernah menjadi pengurus PBNU, saat ini menjabat Ketua PWNU Jawa Timur, serta telah mengikuti proses kaderisasi yang menjadi salah satu syarat kepemimpinan di lingkungan NU.

Abdul Matin mengatakan pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk membawa NU sebagai organisasi modern yang tetap berpijak pada nilai-nilai pesantren dan tradisi keulamaan.

Selain aspek kepemimpinan, PWNU Jatim juga menilai kemandirian ekonomi Gus Kikin menjadi nilai tambah karena dinilai dapat mendorong penguatan organisasi tanpa kepentingan pribadi.

Sementara itu, Gus Kikin menyatakan siap menjalankan amanah maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 NU di Jombang.

"Saya sebetulnya tidak banyak tahu apa yang akan dilakukan. Begitu masuk acara, saya langsung didaulat dan diberi tugas itu. Jadi saya harus menyiapkan diri," kata Gus Kikin.

Ia mengungkapkan, sebelum penugasan tersebut dirinya telah menyampaikan tidak berkeinginan mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU.  Namun, keputusan hasil konsolidasi PWNU Jawa Timur yang didukung para pengurus cabang membuatnya menerima amanah tersebut.

"Saya tidak ingin mengajukan diri. Tetapi karena ini penugasan dari PWNU Jawa Timur yang disaksikan para PCNU se-Jawa Timur, maka mau tidak mau saya harus menerima dan saya siap," ujarnya.

Menurut Gus Kikin, penugasan tersebut merupakan hasil pembahasan yang telah berlangsung cukup lama di lingkungan Nahdlatul Ulama hingga akhirnya diputuskan dalam forum konsolidasi menjelang Muktamar ke-35 NU. (*)

 

Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.