22 July 2026

Get In Touch

Jember Tuan Rumah Festival Usaha Mikro, Bupati Gus Fawait Tegaskan Komitmen Entaskan Kemiskinan

Bupati Jember Gus Fawait saat bersama para pelaku UMKM, PKL serta tukang mlijo saat acara Festival UMKM yang digelar Kementerian UMKM dan Pemprov Jatim di Jember.
Bupati Jember Gus Fawait saat bersama para pelaku UMKM, PKL serta tukang mlijo saat acara Festival UMKM yang digelar Kementerian UMKM dan Pemprov Jatim di Jember.

JEMBER (Lentera) - Kabupaten Jember secara resmi ditunjuk oleh Kementerian UMKM sebagai tuan rumah penyelenggaraan Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro untuk mewakili Provinsi Jawa Timur. Tepatnya, digelar di New Sari Utama, Kaliwates, pada Selasa (21/7/2026) siang.

 

Dalam sambutannya, Bupati Jember, Gus Fawait menegaskan bahwa pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Pedagang Kaki Lima (PKL), hingga pedagang keliling (mlijo) merupakan pahlawan ekonomi yang teruji ketangguhannya saat menghadapi krisis.

"Saat kondisi normal, keberadaan PKL atau mlijo sering kali kurang dilirik. Namun ketika terjadi krisis ekonomi, mereka inilah yang sebenarnya menjadi penyelamat ekonomi Republik Indonesia," ujar Gus Fawait di hadapan para peserta festival.

Gus Fawait mengapresiasi langkah Kementerian UMKM yang dinilai memberikan sinyal kuat atas perhatian pemerintah pusat terhadap para pelaku usaha di daerah. Menurut dia, kepercayaan menjadikan Jember sebagai lokasi kegiatan merupakan bentuk nyata keberpihakan negara terhadap perkembangan usaha mikro.

Pemerintah Kabupaten Jember sendiri bertekad untuk terus mengawal kebijakan penguatan UMKM secara konkret. Salah satu langkah rutin yang dilakukan Pemkab Jember adalah giat turun ke lapangan secara berkala untuk merangkul dan mendengarkan aspirasi para pelaku usaha informal.

Lebih jauh, Bupati Jember menekankan bahwa pemberdayaan UMKM merupakan kunci utama dalam strategi pengentasan kemiskinan jangka menengah dan panjang. Pemberdayaan ini menyasar dua segmen utama: mempertahankan UMKM yang sudah ada serta melahirkan wirausaha baru dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (kategori desil 1 dan desil 2).

"Kemiskinan hanya bisa kita tuntaskan secara konkret apabila kita memberikan dorongan nyata kepada UMKM yang sudah berjalan, sekaligus menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat usia produktif di kelompok rentan," jelasnya. Lebih lanjut, Gus Fawait juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung suksesnya gelaran festival ini. Mulai Kementerian UMKM, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, perbankan nasional (Himbara), lembaga keuangan daerah, Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jember, hingga dukungan dari kabupaten tetangga seperti Kabupaten Lumajang.

Melalui sinergi antarlembaga ini, Pemkab Jember berharap kemudahan akses perizinan, perlindungan usaha, serta pendampingan bagi para pelaku UMKM dapat terus ditingkatkan demi terwujudnya kemandirian ekonomi daerah.

Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Jember, Gus Fawait, atas kepedulian dan kegigihannya dalam memperjuangkan nasib pelaku usaha mikro di wilayahnya. Hal tersebut disampaikan Riza Damanik saat membuka kegiatan skala provinsi di Jember. Menurut dia, para pengusaha mikro di Kabupaten Jember sangat beruntung memiliki sosok pemimpin daerah yang responsif dan aktif menjemput bola ke pemerintah pusat demi memperjuangkan kesejahteraan warganya.

"Ibu dan Bapak sekalian, para pengusaha mikro di Jember, Anda semua sangat beruntung punya Bupati seperti Gus Fawait. Seingat saya, beliau sudah tiga hingga empat kali berkoordinasi langsung dengan Kementerian UMKM bersama seluruh jajarannya. Semua itu dilakukan semata-mata demi memperjuangkan manfaat yang lebih besar bagi para pelaku usaha di Jember," puji Riza Damanik disambut riuh tepuk tangan peserta.

Penunjukan Kabupaten Jember sebagai lokasi penyelenggaraan acara Kementerian UMKM tidak lepas dari potensi besar daerah ini serta komitmen kuat dari pemerintah kabupatennya. Dalam kesempatan tersebut, dia juga menyoroti adanya kolaborasi strategis antara Pemkab Jember dan akademisi untuk merancang kawasan pertanian terpadu. Inisiatif ini dinilai akan menjadi pendorong utama pertumbuhan sektor usaha mikro berbasis pertanian di Jember pada masa mendatang. (mok/ads)

 

Reporter: PJ Moko
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.