SURABAYA (Lentera) - Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Faris Abidin, mengapresiasi respons cepat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya beserta seluruh petugas yang bergerak cepat menangani insiden kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo, Minggu (19/7/2026) malam. Menurutnya, langkah sigap tersebut berhasil mencegah timbulnya korban jiwa dan meluasnya dampak kebakaran.
Meski demikian, Faris menegaskan peristiwa tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan pihak pengelola TPA Benowo. Pasalnya, beberapa hari sebelumnya Pemkot telah menyampaikan bahwa pengawasan di kawasan TPA diperketat melalui pemasangan kamera pengawas (CCTV) serta penjagaan selama 24 jam.
“Faktanya, kebakaran masih terjadi. Karena itu, DPRD meminta penjelasan terkait efektivitas sistem pengawasan yang selama ini diterapkan, hasil investigasi penyebab kebakaran, serta langkah konkret untuk memperkuat sistem pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” kata Faris pada Lentera, Senin (20/7/2026).
Politisi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai pembahasan tidak boleh berhenti hanya pada penanganan insiden kebakaran semata. DPRD, kata dia, juga perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola TPA Benowo, termasuk efektivitas sistem sanitary landfill dan fasilitas pengolahan sampah yang ada.
Selain itu, Faris juga menyoroti pentingnya kesiapan pengelola dalam menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran. Menurutnya, aspek anggaran pemeliharaan, kesiapan mitigasi bencana, hingga kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) keselamatan dan manajemen risiko harus menjadi perhatian utama.
“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk mengevaluasi secara komprehensif pengelolaan TPA Benowo. Jangan sampai pengawasan yang telah diperketat hanya bersifat administratif, tetapi belum efektif dalam mencegah potensi kebakaran maupun risiko lainnya,” tegasnya.
Faris berharap hasil evaluasi nantinya dapat melahirkan langkah-langkah perbaikan yang terukur dan berkelanjutan, sehingga pengelolaan sampah di Kota Surabaya semakin aman, modern, dan mampu mengantisipasi berbagai potensi bencana di masa mendatang.
"Saat ini, kami masih menunggu dari hasil investigasi yang sedang dilakukan agar evaluasi terkait penyebab kebakaran bisa benar-benar ditekan ke depannya," tutupnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, TPA Benowo sisi selatan, Kecamatan Pakal, Surabaya, mengalami kebakaran. Kobaran api yang menghanguskan tumpukan sampah seluas sekitar 900 meter persegi itu diduga dipicu oleh flare suporter. (*)
Reporter: Amanah
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)
