21 July 2026

Get In Touch

Bentrok di Adonara NTT Sebabkan 3 Orang Meninggal 

Suasana setelah bentrokan di Adonara Timur, Flores Timur, NTT masih ramai massa. (CNN Indonesia)
Suasana setelah bentrokan di Adonara Timur, Flores Timur, NTT masih ramai massa. (CNN Indonesia)

SURABAYA (Lentera) - Bentrokan antara dua kelompok pemuda Desa Narasosina dan Dusun Bele, Desa Waiburak di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT terjadi pada Sabtu (18/7/2026) pagi. Dalam bentrokan tersebut ada tiga korban meninggal dunia.

Menurut Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra, bentrokan fisik dua kelompok pemuda itu terjadi Sabtu (18/7) pukul 06.30 WITA. "Bentrokan antara kelompok pemuda dari Desa Narasaosina dan Desa Waiburak terjadi sekitar jam 6 lewat Sabtu pagi, dan ada tiga orang meninggal dunia," kata Adhitua.

Dia menjelaskan penyebab bentrokan masih dalam penyelidikan. "Penyebab masih dalam lidik, belum belum diketahui secara pasti (penyebab terjadinya bentrokan)," katanya melansir cnnindonesia.

Dia menjelaskan selain tiga korban jiwa, ada belasan rumah yang dibakar saat terjadi bentrokan. Untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan susulan, sudah ada penambahan personel dari Polres Flores Timur untuk melakukan pengamanan di sekitar lokasi konflik. 

Satu jenazah laki-laki diduga tewas akibat dibacok saat bentrokan berdarah antara dua kelompok pemuda di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT belum bisa dievakuasi karena terhalang ratusan massa.

Kemudian, Kapolres Flores Timur AKBP. Adhitya Octorio Putra mengungkapkan semua korban sudah dibawa ke kamar jenazah untuk diidentifikasi dan visum et repertum (VER) setelah negosiasi dengan Forkopimda dan para tokoh masyarakat.

"Jenazah sudah (berhasil) dibawa ke Rumah Sakit Pratama," kata Adhitya.

Adhitya menyebutkan tiga korban meninggal masing-masing adalah dua warga Desa Narasaosina dan satu warga Desa Waeburak.

Dari tiga korban tersebut dua korban telah bersama keluarga masing-masing, yakni satu dari Desa Narasaosina dan satu korban lagi adalah warga Desa Waeburak.

Sedangkan satu jenazah korban yang meninggal akibat dibacok hingga pukul 14.00 WITA sempat masih tergeletak di jalan raya Waiburak tepatnya di depan Mesjid Waiburak karena terhalang massa meski tenaga medis dan mobil ambulans telah berada di lokasi.

Setelah dilakukan negosiasi massa akhirnya mengizinkan jenazah dibawa ke rumah sakit.

Sementara itu, situasi di lokasi bentrokan sudah berangsur pulih. Massa mulai kembali ke rumah masing-masing. Namun, puluhan aparat keamanan dari TNI dan Polri bersenjata lengkap masih berjaga di lokasi bentrokan.

Terpisah, Komandan Satuan Brimob Polda NTT, Kombes Afrizal Asri mengatakan ada 32 personel Brimob dari Maumere yang sedang dalam perjalanan menuju ke lokasi bentrokan. "Ada 32 orang yang sedang digeser ke Adonara," kata Afrizal. (*)

 

Editor: Lutfiyu Handi
 

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.