19 July 2026

Get In Touch

BGN Akan Langgsung Atasi dan Beri Tindakan Terkait Keracunan MBG di Jember

Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI (Purn) Trenggono.
Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI (Purn) Trenggono.

JAKARTA (Lentera) - Peristiwa keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jember, Jawa Timur memantik raksi Badan Gizi Nasional (BGN). Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI (Purn) Trenggono, menyatakan BGN langsung menelisik.

"Langsung kita atasi ya, kita investigasi ke sana. Dan nanti akan kita berikan tindakan ke sana," ujar Trenggono di Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Untuk diketahui, dugaan keracunan tersebut terjadi dalam waktu belum genap dua hari sejak program MBG kembali berjalan setelah masa libur sekolah. Dugaan keracunan itu dialami sejumlah siswa TK dan MI di Kecamatan Bangsalsari pada Selasa (14/7/2026) dan baru dilaporkan keesokan harinya.

Satgas MBG langsung menemukan penelusuran dan menemukan sejumlah persoalan dalam pengelolaan makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Yaitu pelanggaran prosedur dalam pengelolaan makanan di SPPG Karangsono, Kecamatan Bangsalsari. 

Tim Satgas MGB, Akhmad Helmi Luqman, menjelaskan berdasarkan laporan yang dihimpun, keluhan para siswa tidak muncul sesaat setelah menyantap makanan, melainkan baru dirasakan beberapa waktu kemudian. 

"Pada Selasa dan Rabu banyak siswa dilaporkan tidak masuk sekolah karena mengeluhkan sakit perut. Dari situ kami bersama lintas sektor langsung melakukan penelusuran," kata Helmi melansir kompas.

Berasarkan pemeriksaan, setidaknya ada tiga persoalan. Pertama, makanan diduga dikonsumsi melewati batas waktu aman. Menu yang disajikan merupakan makanan basah yang semestinya langsung disantap setelah dibagikan. Namun, di lapangan makanan justru dibawa pulang oleh siswa, dipanaskan kembali, lalu baru dikonsumsi pada sore hingga malam hari. Padahal, berdasarkan ketentuan, jeda antara makanan disajikan hingga dikonsumsi tidak boleh melebihi empat jam.

Temuan kedua berkaitan dengan penyimpanan bahan baku. Satgas mendapati sebagian bahan makanan disimpan dalam kondisi terbuka, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kontaminasi bakteri maupun menurunnya standar higienitas.

Sementara, Ketua Satgas MBG Jember, Achmad Imam Fauzi mengungkapkan bahwa pihak kecamatan selaku Koordinator Kecamatan (Korcam) MBG telah melaporkan peristiwa tersebut secara langsung kepada dirinya dan Bupati Jember.

Menanggapi laporan itu, Fauzi menyatakan bahwa Bupati Jember menaruh perhatian serius dan sangat menyayangkan terjadinya insiden ini. Langkah penanganan cepat pun langsung diinstruksikan oleh kepala daerah.

"Bupati Jember telah menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk memprioritaskan keselamatan warga. Kami memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan medis kedaruratan yang terbaik di fasilitas kesehatan, dan semua biaya perawatan ditanggung sepenuhnya alias gratis," ujar Achmad Imam Fauzi, melansir Diskominfo Jember Sabtu (18/7/2026).

Selain penanganan medis, Satgas MBG bersama pihak kecamatan juga melakukan tindakan preventif di lokasi kejadian. Camat Bangsal telah diminta untuk turun langsung memantau kondisi para korban di lapangan, sekaligus mengamankan sampel makanan yang diduga menjadi pemicu keracunan untuk kebutuhan uji laboratorium. (*)


Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.