17 July 2026

Get In Touch

Delapan Pelabuhan Terapkan Konsep Green and Smart Port, Terbaik Nasional Ada di Gresik

Menko Zulhas saat mengunjungi Dermaga C Petrokimia Gresik, Rabu (15/7/2026)
Menko Zulhas saat mengunjungi Dermaga C Petrokimia Gresik, Rabu (15/7/2026)

GRESIK (Lentera) -Delapan pelabuhan di Indonesia berhasil mendapatkan apresiasi atas komitmennya dalam menerapkan konsep Green and Smart Port (GSPI). Dari seluruh pelabuhan yang dinilai, Terminal untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) Petrokimia Gresik di Gresik, Jawa Timur, tampil sebagai yang terbaik di tingkat nasional dengan meraih predikat bintang lima berdasarkan hasil asesmen Green and Smart Port Initiative (GSPI) ASRI 2026.

Selanjutnya disusul pelabuhan Pupuk Kalimantan Timur (Bontang, Kalimantan Timur) dan Krakatau Bandar Samudera (Cilegon, Banten). Penghargaan juga diberikan kepada pelabuhan milik Vale Indonesia (Luwu, Sulawesi Selatan), Pelindo Petikemas TPK Banjarmasin (Banjarmasin, Kalimantan Selatan), Indonesia Kendaraan Terminal (Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara) , Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Intan (Cilacap, Jawa Tengah), dan Terminal Petikemas Bitung (Bitung, Sulawesi Utara).

Program ini diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama IDSurvey Group. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Menko Zulhas) usai menyerahkan apresiasi di Dermaga C Petrokimia Gresik, Selasa (15/7/2026) menyampaikan bahwa, pelabuhan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dikatakannya, jika pengiriman terlambat di pelabuhan, bisa menyebabkan harga-harga naik dan terjadi inflasi.

“Pelabuhan adalah simpul strategis yang menghubungkan produksi, distribusi, hingga ketersediaan pangan di seluruh Indonesia. Karena itu, transformasi pelabuhan menuju ekosistem yang hijau dan cerdas bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan,” ujar Menko Zulhas.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Zulhas bersama jajaran kementerian meninjau sejumlah fasilitas di TUKS Petrokimia Gresik yang menunjukkan implementasi aspek keberlanjutan, keselamatan, efisiensi operasional, dan digitalisasi dalam pengelolaan kepelabuhanan.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas komitmen perusahaan dalam mengembangkan pengelolaan kepelabuhanan yang tidak hanya andal dari sisi operasional, tetapi juga mengedepankan keselamatan, keberlanjutan, inovasi, dan digitalisasi.

“Bagi kami, kepelabuhanan merupakan infrastruktur strategis yang memastikan kelancaran pasokan bahan baku bagi proses produksi serta distribusi pupuk ke berbagai wilayah Indonesia guna mendukung kedaulatan pangan nasional. Penghargaan ini menjadi apresiasi atas kerja keras seluruh insan Petrokimia Gresik dan dukungan para pemangku kepentingan dalam menghadirkan pengelolaan kepelabuhanan yang semakin hijau, cerdas, dan berdaya saing,” ujar Daconi.

Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus melakukan transformasi secara berkelanjutan. “Kami tidak akan berhenti pada penghargaan ini. Ke depan, transformasi kepelabuhanan akan terus kami maksimalkan melalui penguatan digitalisasi, peningkatan standar keselamatan, efisiensi layanan, serta inovasi berkelanjutan agar mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus mendukung sistem logistik pangan nasional,” kata Daconi.

Penghargaan GSPI ASRI 2026 menjadi tonggak penting bagi Petrokimia Gresik dalam memperkuat transformasi kepelabuhanan berbasis GSP. Komitmen tersebut diharapkan semakin memperkuat peran perusahaan dalam mendukung sistem logistik nasional yang efisien, berkelanjutan, dan mendukung ketahanan pangan Indonesia (*)

Reporter: Asepta|Editor: Arifin BH

 

 

 

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.