16 July 2026

Get In Touch

Terungkap Dugaan Penyelewengan Miliaran Dana BUMDes Ngadirenggo

Foto transfer ke rekening atas nama Ibu UK yang digunakan BUMDes Ngadirenggo.
Foto transfer ke rekening atas nama Ibu UK yang digunakan BUMDes Ngadirenggo.

BLITAR (Lentera) - Dugaan penyelewengan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar diungkap salah satu tokoh masyarakat setempat.

Adanya dugaan penyelewengan dana BUMDes ini terungkap, setelah beredar informasi mengenai penggunaan rekening pribadi atas nama Ibu UK untuk kepentingan BUMDes.

“Sesuai aturan tidak dibenarkan BUMDes menggunakan rekening pribadi, karena pengelolaan keuangan seharusnya transparan,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang minta namanya tidak disebutkan, Rabu (15/7/2026).

Apalagi warga mendapat info jika rekening pribadi atas nama Ibu UK tersebut, merupakan milik dari ibu Kepala Desa Ngadirenggo.

“Ini yang disesalkan warga, kenapa menggunakan rekening pribadi seharusnya rekening milik BUMDes,” paparnya.

Bahkan jumlah transfer pembayaran pekerjaan penyediakan tebon atau pakan ternak sapi ke PT Greenfields tersebut, sudah berjalan sekitar empat tahun dan nilainya mencapai miliaran setahunnya.

“Foto bukti transfer ke rekening Ibu UK dalam enam bulan, sejak Januari sampai Mei 2026 saja sudah mencapai Rp1,2 miliar. Bisa dihitung setahun berapa, dikalikan empat tahun sejak digunakannya rekening tersebut untuk BUMDes,” tandasnya sambil menunjukkan foto transfer ke rekening Ibu UK.

Jumlahnya bisa mencapai lebih dari Rp8 miliar, lalu bagaimana dengan pembagian Pendapat Asli Desa (PAD). Ini yang menjadi sorotan masyarakat, jika PAD untuk desa sekitar 20 persen berarti seharusnya desa mendapat sekitar Rp1,6 miliar.

“Belum lagi alokasi bantuan operasional untuk BUMDes dari ADD tahun 2025, sebesar Rp390 juta yang infonya untuk pembelian truk dan ternak kambing,” bebernya.

Oleh karena itu, masyarakat di Ngadirenggo mempertanyakan pengelolaan dana BUMDes yang tidak transparan.

“Kemana keuntungan BUMDes dan digunakan untuk apa saja, karena pengurus BUMDes juga sepihak diganti,” imbuh sumber tersebut.

Sementara itu, pihak PT Greenfields dikonfirmasi mengenai transfer pembayaran pekerjaan pakan, ke rekening pribadi atas nama Ibu UK membenarkan.

“Iya memang benar ada transfer pembayaran tersebut, ke rekening pribadi atas nama Ibu UK,” ujar salah satu Humas PT Greenfields, Sutrisno.

Namun, ketika ditanya lebih lanjut mengenai penggunaan rekening pribadi, Sutrisno mengaku masalah tersebut ranah internal BUMDes.

“Greenfields hanya melakukan pembayaran, sesuai dengan jumlah pakan yang disetorkan,” imbuhnya.

Secara terpisah, mantan Ketua BUMDes Ngadirenggo, Lenda ketika ditanya mengenai hal ini mengakui adanya penggunaan rekening atas nama UK, untuk unit usaha pakan ternak kepada PT Greenfields.

“Setahu saya sejak 2022 sampai sekitar 2024, memang menggunakan rekening atas nama Ibu UK sampai saya diganti,” kata Lenda.

Adapun alasan menggunakan rekening pribadi Ibu UK, selain untuk memperkuat permodalan juga memudahkan transaksi pembayaran.

“Karena untuk penyediaan pakan ternak butuh modal besar, harus membayar pemilik lahan dulu dan pembayaran dari PT Greenfields juga butuh waktu pencairannya,” jelasnya.

Ketika disinggung transparansi pengelolaan keuangan BUMDes, dengan menggunakan rekening pribadi Ibu UK,

Lenda mengaku, semuanya sesuai catatan transaksi pembayaran dari PT Greenfields.

“Jadi dicatat semua, sesuai kesepakatan fee untuk BUMDes setiap tonnya,” tuturnya.

Apakah penggunaan rekening pribadi Ibu UK untuk BUMDes dibolehkan secara aturan, Lenda hanya menjawab, sudah dibicarkan dan dikonsultasikan dengan pembina BUMDes di kecamatan.

“Itu sudah sesuai kesepakatan, karena BUMDes tidak punya modal untuk memenuhi kebutuhan pakan PT Greenfields,” imbuhnya.

 

Reporter: Ais/Editor: Arief Sukaputra

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.