SURABAYA (Lentera)- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan di tingkat kampung.
Terkait hal itu, Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Anas Karno, menilai Karang Taruna dan Generasi Z (Gen Z) memiliki peran strategis, tidak hanya dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, tetapi juga sebagai penggerak pemberdayaan dan ekonomi kreatif di lingkungan RW dan kelurahan.
Menurut Anas, berbagai program yang dijalankan Karang Taruna dan Gen Z perlu diarahkan agar tepat sasaran serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah. Dengan pendampingan dan dukungan yang memadai, generasi muda dinilai dapat menjadi motor penggerak pembangunan berbasis potensi lokal.
“Saya melihat program Karang Taruna dan Gen Z di masing-masing RW dan kelurahan sangat baik. Yang terpenting adalah bagaimana program tersebut dijalankan secara tepat sasaran sehingga mampu mendorong pemberdayaan masyarakat dan pengembangan sumber daya ekonomi kreatif di lingkungan sekitar,” kata Anas, Rabu (15/7/2026).
Ia menilai, potensi generasi muda Surabaya sangat besar untuk dikembangkan, mulai dari sektor digital, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), industri kreatif, pemasaran produk lokal, hingga kegiatan sosial. Karena itu, pemerintah perlu memberikan ruang yang lebih luas bagi anak-anak muda untuk berinovasi dan berkontribusi di lingkungan tempat tinggalnya.
Menurut Anas, keberadaan Karang Taruna dan komunitas Gen Z tidak semata menjadi wadah aktivitas kepemudaan, melainkan juga dapat berfungsi sebagai sarana menciptakan peluang usaha baru dan memperkuat perekonomian masyarakat dari tingkat bawah.
“Karang Taruna dan Gen Z harus diberikan peluang dan kesempatan untuk berkembang. Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, mereka bisa menjadi penggerak ekonomi kreatif sekaligus menciptakan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan,” tuturnya.
Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini juga mengapresiasi langkah Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armuji yang terus mendorong camat serta lurah untuk hadir langsung di tengah masyarakat guna memastikan berbagai program pemerintah berjalan sesuai kebutuhan warga.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, Karang Taruna, dan generasi muda menjadi faktor penting dalam menyukseskan pembangunan di tingkat kampung.
“Komisi A mengapresiasi langkah Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang mendorong camat dan lurah turun langsung ke masyarakat. Dengan komunikasi yang baik dan kolaborasi yang kuat, berbagai program pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih efektif,” ungkapnya.
Ke depan, Anas berharap semakin banyak ruang partisipasi yang diberikan kepada Karang Taruna dan Gen Z dalam berbagai program pembangunan kota.
"Karena selain membantu menyelesaikan persoalan di lingkungan, keterlibatan generasi muda juga diharapkan mampu melahirkan pelaku-pelaku ekonomi kreatif baru yang dapat memperkuat perekonomian warga sekaligus membuka lapangan usaha di tingkat kampung," tutupnya. (*)
Reporter: Amanah
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)
