15 July 2026

Get In Touch

40 Hari KMN Enthok Belum Ditemukan, Operasi Pencarian Libatkan Berbagai Unsur

Kapal-kapal yang melakukan operasi pencrian KMN Enthok. (Polres Lamongan)
Kapal-kapal yang melakukan operasi pencrian KMN Enthok. (Polres Lamongan)

LAMONGAN (Lentera) - Memasuki hari ke-40 sejak hilang kontak saat melakukan aktivitas penangkapan ikan, KMN Entok belum ditemukan keberadaanya. Operasi pencarian terus dilakukan dan mengerahkan berbagai unsur.

Kasat Polairud Polres Lamongan AKP Guntur mengatakan operasi pencarian tersebut mengerahkan KN SAR 249 Permadi Kapal Negara SAR cepat milik Basarnas Kantor SAR Kelas A Surabaya. Kapal ini dilengkapi navigasi canggih, panjang 40 meter, dan kecepatan jelajah hingga 30 knot beserta personel SAR Lamongan.

Selain itu, pencarian juga melibatkan 2 ABK Kapal Baharkam Mabes Polri, 2 personel SAR Ditpolairud Polda Jawa Timur, perwakilan keluarga KMN Entok, serta Ketua Rukun Nelayan Blimbing, Lamongan.

AKP Guntur mengatakan keluarga ABK juga terlibat dalam pencarian. Pencarian mereka difasilitasi berbagai unsur SAR dan instansi maritim menuju Perairan Kangean, yang diduga menjadi titik koordinat terakhir keberadaan kapal tersebut.

"Perwakilan keluarga yang ikut dalam operasi pencarian yakni Amin Kasmanto dan Slamet, sedangkan Ketua Rukun Nelayan Blimbing diwakili oleh Nurwakhid," katanya Selasa (14/7/2026).

Dia menandaskan keterlibatan keluarga dalam pencarian ini merupakan bentuk transparansi dan komitmen bersama agar seluruh proses pencarian dapat berjalan secara terbuka serta memberikan keyakinan kepada keluarga korban.

Sementara itu, Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd. mengatakan bahwa Polres Lamongan melalui Satpolairud terus bersinergi dengan Basarnas, Ditpolairud Polda Jatim, Baharkam Polri, serta seluruh unsur terkait untuk memaksimalkan upaya pencarian.

"Kasat Polairud Polres Lamongan terus menginisiasi dan mengoordinasikan operasi pencarian bersama terhadap KMN Entok. Dengan melibatkan seluruh unsur terkait, termasuk perwakilan keluarga korban, diharapkan proses pencarian dapat berjalan maksimal, terutama di wilayah yang diduga menjadi titik terakhir keberadaan kapal. Kami berharap seluruh upaya ini dapat segera membuahkan hasil." jelasnya.

Sementara, menurut keterangan Peno, salah satu warga Kelurahan Blimbing, mengatakan bahwa Kapal Entok berangkat pada tanggal 3 Juni 2026 dan sampai sekarang belum diketahui beberadaanya. Di dalam KMN Entok  ada 19 ABK dan satu nahkoda, mereka dari beberapa desa yang berprofesi sebagai nelayan.

"Sudah 40 hari masih belum ditemukan, ABK di perahu itu tidak semua tua ada yang muda juga," katanya. (*)

Editor: Lutfiyu Handi
 

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.