16 July 2026

Get In Touch

Peduli Perempuan Pencari Nafkah, Alumni UC Apresiasi 100 Ojol Lewat Program 'Ride to Hope'

Penyerahan bantuan secara simbolis untuk pengemudi ojol perempuan. (Amanah/Lentera)
Penyerahan bantuan secara simbolis untuk pengemudi ojol perempuan. (Amanah/Lentera)

SURABAYA (Lentera) -Ikatan Alumni Magister Manajemen (IKA MM) Universitas Ciputra menggelar kegiatan bertajuk Alumni Peduli Ojek Online – Ride to Hope sebagai bentuk apresiasi terhadap peran perempuan pengemudi ojek online yang turut menopang perekonomian keluarga.

Sebanyak 100 pengemudi ojol perempuan menerima bantuan berupa helm, paket sembako, tas sekolah anak, hingga bahan bakar minyak (BBM) gratis.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (14/7/2026) merupakan kolaborasi antara IKA MM Universitas Ciputra, Universitas Ciputra, Pemkot Surabaya, Dinas Sosial, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya. 

Acara diawali dari Plaza Universitas Ciputra dan dilanjutkan dengan konvoi menuju SPBU Gerbang Dinamika, Lidah Kulon.

Ketua IKA MM Universitas Ciputra, Malik Atmadja, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari rasa prihatin sekaligus penghargaan terhadap perjuangan para pengemudi ojol perempuan yang harus membagi peran antara pekerjaan dan tanggung jawab rumah tangga.

“Di rumah mereka mengurus keluarga, anak, bahkan suami, tetapi tetap harus mencari nafkah. Karena itu, kami ingin memberikan apresiasi kepada para pejuang ekonomi, khususnya perempuan,” kata Malik.

Menurutnya, kegiatan sosial tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai kewirausahaan yang diajarkan di Universitas Ciputra. Kesuksesan, kata Malik, tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari kemampuan memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Pendidikan kewirausahaan mengajarkan bahwa kita tidak bisa sukses sendirian. Kesuksesan harus membawa dampak positif bagi orang lain. Hari ini kami ingin hadir langsung dan menyentuh masyarakat, khususnya perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga,” tuturnya.

Sebagai bentuk dukungan, IKA MM Universitas Ciputra menyalurkan sejumlah bantuan yang menyasar aspek keselamatan kerja dan kebutuhan keluarga. Para pengemudi menerima helm untuk menunjang keamanan berkendara, paket sembako untuk membantu kebutuhan sehari-hari, tas sekolah bagi anak-anak mereka, serta BBM gratis.

Sementara itu, Ketua Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Surabaya, Rini Indriyani, mengapresiasi inisiatif para alumni Universitas Ciputra yang dinilai tidak sekadar memberikan bantuan materi, tetapi juga menghadirkan penghargaan atas perjuangan perempuan pekerja.

“Ini bukan hanya pemberian sembako atau helm, tetapi bentuk penghormatan kepada perempuan-perempuan hebat yang berjuang di balik jaket dan helmnya. Mereka memiliki anak dan keluarga yang harus diperjuangkan,” ungkap Rini.

Ia menilai, ketangguhan perempuan memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan keluarga. Karena itu, dukungan terhadap pengemudi ojol perempuan diharapkan dapat memperkuat semangat mereka dalam menjalankan profesi sekaligus mengutamakan keselamatan di jalan.

“Ketika seorang ibu kuat, keluarganya juga akan kuat. Dengan adanya bantuan helm ini, kami berharap mereka semakin berhati-hati saat berkendara karena keluarga di rumah tentu menunggu mereka pulang dengan selamat,” tuturnya.

Rini juga berharap gerakan sosial serupa dapat menginspirasi komunitas maupun kelompok alumni lainnya untuk lebih peduli terhadap masyarakat, khususnya perempuan pekerja sektor informal.

Sementara itu, perwakilan pengemudi ojol perempuan Surabaya, Erni, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh IKA MM Universitas Ciputra.

“Kami merasa sangat dihargai. Semoga para donatur dimudahkan segala urusannya dan diberikan rezeki yang lebih agar bisa terus berbagi,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, tantangan terbesar yang dihadapi pengemudi perempuan bukan hanya kondisi di jalan, melainkan juga kewajiban mengurus keluarga di rumah. Banyak di antara mereka yang harus mengantar anak sekolah terlebih dahulu sebelum mulai bekerja.

“Tantangan paling berat adalah meninggalkan keluarga. Kadang rumah masih belum rapi, tetapi kami sudah harus keluar untuk bekerja. Saat pulang pun kondisi badan sudah lelah,” tutupnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.