14 July 2026

Get In Touch

Pertama di Indonesia, UK Petra Buka Drone Academy dengan Kurikulum AI dan Peluang Magang Global

Pembukaan Petra Drone Academy.
Pembukaan Petra Drone Academy.

SURABAYA (Lentera) – Pesatnya perkembangan teknologi drone di berbagai sektor industri mendorong Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya menghadirkan Petra Drone Academy, program pendidikan satu tahun pertama di Indonesia yang berfokus pada teknologi aplikasi pesawat nirawak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Program tersebut diluncurkan Fakultas Teknologi Industri (FTI) UK Petra bersama PT SkyWay Aerospace Technology pada Senin (13/7/2026).

Kehadiran program ini menjadi respons atas meningkatnya kebutuhan tenaga ahli drone di Indonesia yang dinilai belum sebanding dengan perkembangan industri. Saat ini, pemanfaatan drone tidak lagi terbatas pada dokumentasi udara, tetapi telah merambah sektor pertanian cerdas, inspeksi infrastruktur, hingga logistik modern.

Dekan FTI UK Petra, Handy Wicaksono, mengatakan Petra Drone Academy dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara kebutuhan industri dan ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten di bidang teknologi drone.

“Program satu tahun ini bertujuan membantu kesenjangan di Indonesia dalam pemenuhan kebutuhan tenaga ahli teknis yang tidak hanya mampu menerbangkan drone, tetapi juga menguasai regulasi keselamatan penerbangan sipil, pemrosesan data, integrasi sensor muatan (payload), hingga aspek pemeliharaan,” ujar Handy.

Menurutnya, peluang industri drone di Indonesia terus berkembang pesat. Berdasarkan data operasional Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) yang dihimpun Terra Academy, saat ini terdapat lebih dari 15 ribu drone profesional yang aktif digunakan untuk kebutuhan pemetaan dan dokumentasi industri.

Sementara itu, laporan riset pasar dari Next Move Strategy Consulting mencatat nilai pasar drone komersial Indonesia mencapai 515,5 juta dolar AS atau sekitar Rp8,2 triliun pada 2025. Angka tersebut diproyeksikan meningkat hampir dua kali lipat menjadi 982,8 juta dolar AS atau mendekati Rp15 triliun pada 2030.

“Lonjakan angka ini menjadi bukti nyata bahwa kebutuhan tenaga ahli teknis drone sangat mendesak dan tidak bisa ditunda lagi. Pertumbuhan tahunan sebesar 13,77 persen tidak akan optimal tanpa dukungan ekosistem tenaga terampil yang siap mengintegrasikan teknologi tersebut ke berbagai sektor industri,” jelaa Handy.

Program bertajuk Indonesia’s First One-Year Credit-Bearing Program in UAV Application Technology ini dapat diikuti mahasiswa dari berbagai program studi di UK Petra. Selama satu tahun, peserta akan menempuh pelatihan setara 20 SKS yang terdiri atas delapan mata kuliah profesional dan dua mata kuliah praktik.

Kurikulum Petra Drone Academy dibangun di atas empat pilar utama, yakni Foundation Courses, Applied Courses, AI-Oriented Specialized Courses, dan Practical Training Courses. Materi yang diberikan tidak hanya mencakup regulasi penerbangan dan navigasi, tetapi juga aspek rekayasa, mulai dari kelistrikan, aerodinamika, hingga perakitan drone secara mandiri.

“Mahasiswa juga dibekali ilmu rekayasa mulai dari kelistrikan, aerodinamika, perakitan mandiri, hingga keunggulan inovatif berupa pengolahan data berbasis kecerdasan buatan (AI-Based Intelligent Recognition),” tambahnya.

Program ini turut melibatkan akademisi dan profesional dari China dan Taiwan. Mahasiswa yang menyelesaikan pendidikan akan memperoleh Sertifikat Program Teknologi Aplikasi UAV, sekaligus membuka peluang magang internasional hingga akses ke pasar kerja global.

Peluncuran Petra Drone Academy juga diramaikan dengan diskusi bertajuk From Campus to Industry: Building the Future UAV Talent Ecosystem. Forum tersebut menghadirkan Prof. Dr. Bill Tsair-Wang Chung dari Chung Yuan Christian University dan Xinli Yu dari Beijing Sino-Aviation Research Institute.

Sebagai penasihat akademik Petra Drone Academy, Prof. Bill menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dalam membangun ekosistem teknologi drone yang berkelanjutan.

“Kolaborasi antara kampus dan dunia industri menjadi kunci untuk menciptakan talenta UAV yang mampu bersaing secara global dan menjawab tantangan perkembangan teknologi di masa depan,” ujarnya.

Melalui program ini, UK Petra berharap dapat melahirkan generasi baru tenaga profesional di bidang drone yang tidak hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga siap mendukung transformasi digital di berbagai sektor industri Indonesia. (*)

 

Reporter: Amanah
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.