13 July 2026

Get In Touch

Komitmen Menjadi Barometer Pendidikan Nasional, Gubernur Khofifah Terima 152 Murid ADEM Papua di Jatim

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menerima 152 peserta Program ADEM Papua Tahun 2026 yang akan bersokolah di Jawa Timur, Sabtu (11/7/2026)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menerima 152 peserta Program ADEM Papua Tahun 2026 yang akan bersokolah di Jawa Timur, Sabtu (11/7/2026)

MALANG (Lentera) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Jawa Timur sebagai barometer pendidikan nasional sekaligus mitra strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerimaan 152 peserta Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Papua Tahun 2026 yang akan menempuh pendidikan di berbagai SMA dan SMK unggulan di Jawa Timur.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Khofifah saat memberikan pembekalan sekaligus melakukan serah terima peserta Program ADEM Papua Wilayah Jawa Timur Tahun 2026 di Hotel Aria Gajayana, Kota Malang, Sabtu (11/7/2026).

Di hadapan para peserta didik, Khofifah memberikan motivasi agar memanfaatkan kesempatan belajar di Jawa Timur sebaik-baiknya dengan disiplin, kerja keras, serta semangat menuntut ilmu sebagai bekal membangun Tanah Papua dan Indonesia.

"Jangan sia-siakan kesempatan ini serta  harapan orang tua. Bersekolahlah di sini dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan perbanyaklah mencari ilmu. Ilmu yang kalian peroleh harus berguna bagi pembangunan di  Papua dan Indonesia," kata Khofifah.

Khofifah mengatakan, tidak ada batas bagi anak-anak Papua untuk menggantungkan cita-cita setinggi-tingginya. Melalui pendidikan, siapa pun memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi profesor, jenderal, menteri maupun pemimpin bangsa.

Ia pun mencontohkan sejumlah putra-putri Papua yang berhasil menorehkan prestasi hingga menduduki posisi strategis di tingkat nasional. Di antaranya Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk serta Yohana Yembise, perempuan Papua pertama yang menjadi menteri sekaligus guru besar. Tentu sangat banyak yang lainnya.

"Gantungkan cita-cita kalian setinggi-tingginya. Mudah-mudahan semua yang kalian cita-citakan bisa tercapai," katanya.
 
"Yang bercita-cita menjadi pejabat publik bisa menjadi menteri, yang ingin menjadi dosen bisa menjadi profesor, yang ingin masuk TNI - POLRI bisa menjadi jenderal. Terus belajar, terus berusaha, dan jangan pernah berhenti bermimpi," imbuhnya.

Secara khusus, Khofifah menjamin para siswa asal Papua selama menempuh pendidikan di Jatim tidak akan pernah sendiri. Menurutnya, pemerintah, sekolah, dan para guru akan hadir sebagai keluarga yang mendampingi mereka dalam meraih cita-cita.

"Anak-anakku dari Papua, saya adalah mama kalian selama kalian belajar di Jawa Timur. Belajarlah sebaik-baiknya, disiplin, dan perbanyak ilmu. Mudah-mudahan ilmu kalian semakin tinggi , semakin kaya, semakin berkembang, dan seluruh cita-cita kalian bisa tercapai," katanya.

Khofifah juga menitipkan seluruh peserta ADEM kepada kepala sekolah dan guru di sekolah masing-masing. Menurutnya, para siswa tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, melainkan merupakan putra-putri bangsa yang harus dijaga dan dibimbing bersama.

"Saya titipkan mereka kepada seluruh kepala sekolah. Mereka adalah putra-putri kita semua. Tugas para kepala sekolah dan guru adalah membimbing mereka menjadi generasi terbaik bangsa, menjadi kebanggan Indonesia dan kebanggaan tanah Papua," tegasnya.

Di akhir pembekalannya, Khofifah mengajak seluruh pelajar Papua ratusan siswa bersama-sama melantunkan lirik, "Disanalah pulauku yang kupuja selalu, Tanah Papua pulau indah" sembari mengibarkan bendera.

"Cintailah selalu Tanah Papua. Belajarlah dengan sungguh-sungguh di Jawa Timur, lalu pulanglah untuk membangun Papua dan menjaga Merah Putih. Papua maju, Indonesia semakin kuat," katanya.

Sementara itu, Ketua Komite Eksekutif Otorita Percepatan Pembangunan Papua Velix Wanggai menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Khofifah yang secara konsisten mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Papua melalui Program ADEM.

Ia mengaku bangga karena putra-putri terbaik Papua kembali mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan di Jawa Timur. Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi modal penting dalam mempersiapkan generasi muda Papua yang unggul dan berdaya saing.

"Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ibu Gubernur Khofifah beserta seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang terus membuka ruang bagi anak-anak terbaik kami, sehingga meraka dapat menimba ilmu di sini," katanya.

Jatim, lanjutnya, menjadi tempat yang tepat bagi para siswa Papua untuk belajar. Karena Jatim dinilai tidak hanya unggul dalam kualitas pendidikan, tetapi juga memiliki kekayaan budaya dan nilai-nilai kebangsaan yang kuat.

"Jawa Timur adalah rumah bagi semua budaya, rumah Bhinneka Tunggal Ika. Anak-anak Papua yang belajar di sini tidak hanya mendapatkan ilmu di ruang kelas, tetapi juga dididik membangun karakter, mental, spiritual, wawasan kebangsaan, serta merasakan suasana budaya, persaudaraan, dan semangat pembangunan. Bekal inilah yang kelak akan mereka bawa pulang untuk membangun Tanah Papua," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai mengatakan, pada tahun 2026 Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) di Jawa Timur menerima 152 siswa asal Papua. Mereka terdiri atas 15 siswa dari Papua Barat, 30 siswa dari Papua Tengah, 35 siswa dari Papua Selatan, 40 siswa dari Papua Pegunungan, dan 32 siswa dari Jayapura.

Seluruh peserta akan menempuh pendidikan di SMA dan SMK yang tersebar di 10 daerah di Jawa Timur, yakni Kota Batu, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Kediri, Kota Madiun, Kabupaten Tuban, Kabupaten Jember, Kabupaten Nganjuk, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Pasuruan. Para siswa dijadwalkan mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin, 13 Juli 2026, di sekolah masing-masing.

Pada saat yang sama juga hadi peserta ADEM Repatriasi asal Malaysia sebanyak 18 siswa yang merupakan bagian dari ADEM Repatriasi yang telah dilepas  Gubernur Khofifah awal Juli lalu.

"Kami telah menyiapkan sekolah-sekolah yang memiliki pengalaman membina peserta didik Program ADEM. Mulai Senin nanti, anak-anak akan mengikuti MPLS sebagai langkah awal beradaptasi dengan lingkungan sekolah, guru, dan teman-teman barunya. Kami berharap mereka dapat belajar dengan sungguh-sungguh, mengembangkan potensi diri, serta menorehkan prestasi yang kelak menjadi bekal untuk membangun Papua dan Indonesia," pungkasnya. (*)

Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.