21 July 2026

Get In Touch

Beredar Situs Palsu Dispendik, Pemkot Surabaya Imbau Warga Waspada

Tanpilan situs palsu mengatasnamakan Dispendik Surabaya.
Tanpilan situs palsu mengatasnamakan Dispendik Surabaya.

SURABAYA (Lentera)– Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan, situs disdiksurabaya.org yang mengatasnamakan Dinas Pendidikan (Dispendik) bukan merupakan laman resmi pemerintah.

Masyarakat diminta tidak mengakses maupun mempercayai informasi yang dimuat dalam situs tersebut, serta hanya menggunakan website resmi Dispendik di dispendik.surabaya.go.id.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati menegaskan bahwa satu-satunya alamat website resmi Dispendik Surabaya adalah dispendik.surabaya.go.id.

"Untuk alamat website resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya adalah dispendik.surabaya.go.id," ujar Febrina, Kamis (9/7/2026).

Ia mengimbau, masyarakat agar selalu menerapkan prinsip saring sebelum sharing untuk mencegah penyebaran informasi palsu. Menurutnya, setiap informasi yang diterima perlu diverifikasi terlebih dahulu sebelum dipercaya maupun disebarluaskan.

Febrina juga meminta masyarakat, khususnya para orang tua dan anak-anak, segera melapor apabila menemukan situs mencurigakan yang mengatasnamakan instansi pemerintah.

"Terkait dengan situs-situs yang tidak bertanggung jawab, sekali lagi peran kita semuanya, orang tua, anak-anak, saat menemukan situs-situs yang seperti itu langsung konfirmasi kepada kami atau ke Kominfo," katanya.

Ia menambahkan, apabila masyarakat menemukan isi situs yang dinilai tidak wajar atau mencurigakan, sebaiknya tidak melanjutkan akses dan segera melaporkannya kepada pihak berwenang.

"Kalau misalkan panjenengan menemukan 'iki kok ngene isine', itu kan sudah alarm sebetulnya. Ini jangan dilanjutkan, kita diinfo," ujarnya.

Menurut Febrina, laporan dapat disampaikan melalui Dinas Pendidikan, pihak sekolah, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), maupun kanal-kanal pengaduan resmi Pemerintah Kota Surabaya.

"Dinas Pendidikan bisa dihubungi, sekolah bisa dihubungi, Diskominfo bisa dihubungi, atau masuk di dalam kanal-kanal pengaduan resmi pemerintah kota," jelasnya.

Ia memastikan, setiap laporan yang diterima akan segera ditindaklanjuti apabila terbukti terdapat penyalahgunaan situs yang berpotensi merugikan masyarakat.

"Insyaallah kita akan lakukan proses, kalau memang terbukti ada kondisi seperti itu," tuturnya.

Selain mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap situs palsu, Dispendik Surabaya juga akan memperkuat edukasi literasi digital kepada peserta didik. Menurut Febrina, pembekalan tersebut penting mengingat tingginya rasa ingin tahu anak-anak terhadap informasi di internet sehingga mereka perlu dibekali kemampuan mengenali informasi yang benar.

"Anak-anak kita itu lagi tumbuh berkembang, rasa ingin tahunya tinggi. Itu yang harus kita betul-betul bekali," tambahnya.

Ia menyampaikan, materi literasi digital akan diperkuat dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027. Edukasi serupa juga akan diberikan bersamaan dengan pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

"Insyaallah di MPLS nanti kita tambahkan materi itu juga. Selain di MPLS, juga ada Cek Kesehatan Gratis," pungkasnya.

 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.