MALANG (Lentera) - Sebanyak 94 karya tugas akhir mahasiswa BINUS Malang, dipamerkan dalam CITRAPATA 2026.
Tak sekadar menjadi penanda berakhirnya proses akademik, karya-karya mahasiswa tersebut dirancang sebagai solusi kreatif atas berbagai persoalan nyata di tengah masyarakat dan dunia industri.
Direktur Kampus BINUS Malang, Dr. Robertus Tang Herman, S.E., M.M., mengatakan, CITRAPATA 2026 menjadi salah satu upaya kampus menunjukkan perannya dalam memberikan dampak bagi masyarakat.
"Bagi BINUS Malang sebagai digital entrepreneur campus, kami ingin menunjukkan bahwa kampus ini hadir untuk memberi dampak bagi masyarakat. Oleh karena itu, karya yang ditampilkan harus problem-based. Kami ingin melihat semua hasil karya itu dapat memberi dampak bagi masyarakat," ujar Robert, Kamis (9/7/2026).
Diketahui, puluhan karya itu berasal dari mahasiswa program Visual Communication Design (DKV) dan Interactive Design & Technology (IDT). Beragam isu diangkat, mulai dari kebutuhan komunikasi visual yang efektif, penguatan identitas merek, hingga pengembangan solusi digital interaktif berbasis teknologi.
Robert menegaskan, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai penghubung antara mahasiswa dengan dunia industri dan masyarakat. Peran tersebut, menurutnya, perlu diwujudkan melalui karya-karya yang mampu menjawab kebutuhan dan tantangan nyata.
Tak hanya menjadi ruang apresiasi, CITRAPATA 2026 juga menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi mahasiswa. Melalui pameran tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman sekaligus masukan terhadap karya yang telah mereka kembangkan.
"Tentu selain mendapatkan experience, ini juga bagian dari proses belajar. Mereka akan mendapatkan insight, mengetahui di mana kelebihan dan kekurangannya. Proses inilah yang harus membuat mereka bisa lebih berkembang," ungkap Robert.
Menurutnya, setiap karya yang dipamerkan dalam CITRAPATA 2026 lahir melalui rangkaian proses akademik yang komprehensif. Mahasiswa memulai proses tersebut dari riset dan identifikasi persoalan, dilanjutkan dengan perumusan konsep hingga implementasi solusi melalui pendekatan desain dan teknologi.
Proses tersebut mencerminkan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penguasaan teori. Mahasiswa juga didorong memiliki kemampuan membaca permasalahan nyata dan mengembangkan solusi yang tepat sesuai kebutuhan masyarakat maupun industri.
Sementara itu, Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M. menyampaikan CITRAPATA 2026 mencerminkan bagaimana pendidikan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Ini merupakan wujud nyata komitmen BINUS University dalam fostering and empowering the society melalui karya yang relevan dan berdampak," tuturnya.
Di sisi lain, Head of Visual Communication Design BINUS @Malang, Victor Adiluhung Abednego, S.T., M.Ds. menekankan desain memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi atas persoalan yang terjadi di masyarakat.
"CITRAPATA menjadi bentuk nyata bagaimana peran desainer hadir untuk menjadi solusi bagi permasalahan yang terjadi di masyarakat. Dengan pendekatan teknologi dan riset yang mendalam, terciptalah karya-karya yang humanis dan berakar pada kebudayaan lokal," pungkasnya.
Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais





.jpg)
