03 July 2026

Get In Touch

Jember Fashion Carnaval 2026 Usung Tema Heal, Digelar 24 Juli Dengan 8 Defile Utama

Nampak salah satu model saat memperagakan kostum JFC menarik tahun lalu.
Nampak salah satu model saat memperagakan kostum JFC menarik tahun lalu.

JEMBER (Lentera) — Pagelaran akbar Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 semakin dekat, yakni pada 24 – 26 Juli. Presiden JFC Budi Setiawan menyampaikan, secara keseluruhan persiapan untuk ajang karnaval busana internasional ini telah menyentuh angka 85 persen.

 

Menurut pria yang akrab disapa Iwan itu, saat ini, seluruh tim dan peserta tengah memasuki fase krusial demi menyajikan penampilan yang spektakuler bagi para wisatawan dan pencinta mode. "Satu bulan terakhir, fokus utama tertuju pada intensifikasi performa dan aksi panggung," ungkap Iwan, Kamis (2/7/2026). 

Selain itu, proses latihan koreografi kini telah memasuki minggu ketiga dan pelaksanaannya digeser ke Lapangan Universitas Muhammadiyah Jember. 

JFC 2026 mengusung tema besar yakni "HEAL", yakni Humanity, Earth, and Life, yang berfokus pada perjalanan karakter bumi bernama Gaia. Parade kelas dunia ini diselenggarakan pada 24–26 Juli 2026 dengan menampilkan 8 defile utama.

Berikut adalah daftar 8 defile yang akan tampil di gelaran tersebut :

1. Gaia: Berdasarkan pesona Raja Ampat.

2. Roots: Berdasarkan kebudayaan Minang.

3. Noise: Bertemakan Topeng.

4. Conscience: Bertemakan Gladiator.

5. Rebirth: Diadaptasi dari seni Jepang Kintsugi.

6. Pandemic: Berdasarkan peristiwa sejarah Black Death.

7. White Guardian: Berdasarkan kehidupan Suku Inuit.

8. Sanctuary: Mengangkat tema Ogoh-Ogoh Bali.

"Kami melakukan latihan setiap hari secara spartan, mulai pukul 17.00 sore hingga 22.00 malam," ujarnya. Kerja keras ini dilakukan untuk memastikan sinkronisasi yang sempurna di lapangan. Bahkan, sejak tadi malam, para peserta sudah mulai menjalani latihan gabungan setelah pada dua minggu sebelumnya fokus berlatih per bagian secara terpisah.

Dari sektor kesiapan busana, JFC juga menunjukkan progres yang sangat positif. 

Pada tanggal 26 hingga 28 Juni lalu, pihak panitia telah melaksanakan tahapan grand juri untuk menilai kostum-kostum dari seluruh tema yang diangkat tahun ini. Iwan memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap kreativitas para kreator dan peserta tahun ini. Menurut dia, karya-karya busana yang dipresentasikan dalam Grand Juri tersebut tampil sangat luar biasa dan di luar ekspektasi. Dengan kostum yang sudah terkurasi dan koreografi yang mulai matang, JFC siap kembali memukau dunia dengan kreativitas panggung jalanannya yang khas. (mok/ads)

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.