23 June 2026

Get In Touch

Purbaya Sebut Harga Pertamax Berpeluang Turun Seiring Merosotnya Harga Minyak Dunia

Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa. (foto: Kemenkeu RI)
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa. (foto: Kemenkeu RI)

JAKARTA (Lentera) - Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa menyebut harga BBM jenis Pertamax berpeluang turun apabila tren merosotnya harga minyak mentah dunia terus berlanjut.

"Salah satu tekanan yang kita alami adalah ketika harga minyak dunia naik, kita terpaksa menaikkan sebagian harga BBM yang tidak disubsidi, walaupun yang subsidi kita pertahankan. Tapi tekanannya sudah menimbulkan kegaduhan di masyarakat," ujar Purbaya dalam rapat kerja bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD), melansir Bloomberg, Senin (22/6/2026).

Menurut Purbaya, kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter sebelumnya merupakan konsekuensi dari lonjakan harga minyak mentah global.

Ia optimistis tekanan tersebut akan mulai mereda setelah harga minyak dunia menunjukkan tren penurunan, seiring membaiknya situasi geopolitik menyusul kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

"Dengan potensi menurunnya harga minyak dunia, harga Pertamax dan lain-lain pun akan turun, sehingga fondasi pertumbuhan ekonomi kita akan semakin kuat," katanya.

Purbaya menilai ketidakpastian ekonomi global dalam beberapa waktu terakhir menjadi tantangan berat bagi pemerintah. Berbagai kebijakan yang diambil, termasuk penyesuaian harga BBM nonsubsidi, dilakukan untuk meredam dampak gejolak eksternal terhadap perekonomian nasional.

"Keadaan memang bukan ideal, tetapi kita terpaksa mengambil tindakan untuk memitigasi dampak global supaya ekonomi kita masih bisa bertahan. Alhamdulillah sampai sekarang masih bisa tumbuh dengan baik," katanya.

Ia berharap kondisi ekonomi pada semester II 2026 akan semakin membaik apabila tensi konflik di kawasan Timur Tengah terus mereda dan harga minyak mentah dunia tetap berada dalam tren penurunan.

"Saya harap ke depan, dengan prospek membaiknya kondisi perang Iran-Israel dan harga minyak yang mulai rendah, harusnya kita akan lebih baik di paruh kedua tahun ini. Mudah-mudahan hal ini terjadi terus," tuturnya.

Sinyal pelemahan harga minyak dunia juga tercermin dari aktivitas perdagangan minyak mentah Iran. Berdasarkan perkembangan terbaru, para eksportir minyak Iran mulai menawarkan harga yang lebih murah kepada pembeli di China setelah negara tersebut kembali mengirim jutaan barel minyak melalui Selat Hormuz pasca-kesepakatan damai sementara dengan AS.

Kargo spot minyak mentah ringan Iran untuk pengiriman Juli ditawarkan dengan diskon US$2,50 hingga US$5 per barel terhadap harga acuan Brent. Besaran diskon tersebut lebih dalam dibandingkan sebelumnya yang hanya sekitar US$1 per barel.

Selain itu, data pelacakan pengiriman Bloomberg menunjukkan sedikitnya 11 kapal tanker yang mengangkut sekitar 20 juta barel minyak telah meninggalkan Pelabuhan Chabahar, Iran, dalam beberapa hari terakhir.

Editor: Santi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.