21 June 2026

Get In Touch

Al Jazeera Mengutuk Pembunuhan Jurnalisnya di Gaza

Al Jazeera mengutuk pembunuhan jurnalisnya, Ahmed Wishah, dalam serangan udara Israel di Gaza, menuduh Israel sengaja menargetkan jurnalis untuk membungkam suara kebenaran (Dok Al jazeera)
Al Jazeera mengutuk pembunuhan jurnalisnya, Ahmed Wishah, dalam serangan udara Israel di Gaza, menuduh Israel sengaja menargetkan jurnalis untuk membungkam suara kebenaran (Dok Al jazeera)

SURABAYA (Lentera) -Ahmed Wishah, jurnalis sekaligus juru kamera Al Jazeera, tewas dalam serangan udara Israel terhadap sebuah rumah di kamp pengungsi Bureij, Gaza tengah pada Sabtu (20/6/2026). 

Ahmed termasuk di antara dua orang yang tewas, sementara setidaknya satu warga Palestina lainnya terluka dalam serangan pada Sabtu itu, menurut rekan-rekan Al Jazeera di lapangan.

"Kami mengecam pembunuhan yang disengaja dilakukan Israel terhadap koresponden Al Jazeera Mubasher. Mereka adalah pekerja media Al Jazeera ke-12 yang tewas di Gaza sejak perang genosida Israel dimulai pada Oktober 2023," tulis Al Jazeera Media Network dalam keterangan resmi yang dikutip, Minggu (21/6/2026). 

Al Jazeera kembali menyerukan kepada komunitas internasional dan lembaga-lembaga hukum untuk mengambil langkah-langkah mendesak dan praktis guna mempertanggungjawabkan para pejabat Israel yang terlibat dalam kejahatan mengerikan ini yang dilakukan Zionis Israel. 

Serangan di kamp Bureij tersebut meningkatkan jumlah total korban tewas akibat serangan Israel di Gaza pada hari Sabtu menjadi 10 orang.

Di antara korban lainnya terdapat empat anggota keluarga, termasuk dua anak, yang rumahnya terkena serangan di pusat Kota Gaza.

Seorang pria tewas dalam serangan di utara Kota Gaza, sementara seorang wanita tewas akibat tembakan Israel di wilayah utara Beit Lahia, menurut rekan-rekan kami.

Serangan Israel juga terjadi di dekat kerumunan orang di lingkungan Sheikh Radwan, Kota Gaza, dan bagian barat Khan Younis, menewaskan setidaknya satu orang dan melukai beberapa orang lainnya.

Ahmed Wishah adalah saudara laki-laki Mohammed Wishah, yang tewas pada 8 April akibat penembakan artileri Israel saat sedang berkendara, menurut otoritas pertahanan sipil Palestina.

Militer Israel mengklaim keesokan harinya, tanpa memberikan bukti apa pun, bahwa mereka menewaskannya karena ia merupakan “teroris kunci di markas produksi roket dan senjata Hamas”.

Israel Target Serang Jurnalis 

Al Jazeera saat itu mengecam pembunuhan Mohammed Wishah sebagai bagian dari kebijakan sistematis Israel yang menargetkan jurnalis dan membungkam suara kebenaran. 

Juru bicara militer Israel mengajukan tuduhan serupa terhadap Ahmed Wishah. Israel menuduh, tanpa memberikan bukti, bahwa Ahmed adalah “teroris Hamas”.

Namun, dalam sebuah pernyataan, Al Jazeera membantah tuduhan tersebut sebagai “tidak berdasar”, dengan menyatakan bahwa militer Israel telah “tanpa henti menyebarkan tuduhan palsu” terhadap stafnya untuk “membenarkan kejahatannya terhadap jurnalis dan juru kamera Al Jazeera di Gaza”.

“Upaya-upaya ini tidak menipu siapa pun dan tidak dapat menyembunyikan kebenaran yang disaksikan oleh dunia,” kata jaringan media tersebut, menyebutnya sebagai “kampanye pencemaran nama baik”.

Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) sebelumnya telah mengecam “upaya Israel untuk mencoreng nama baik jurnalis Palestina yang tewas”, dengan kelompok pembela kebebasan pers tersebut menyatakan telah mendokumentasikan pola di mana Israel “menuduh jurnalis sebagai teroris tanpa menunjukkan bukti yang kredibel”.

Al Jazeera mengatakan pihaknya bertekad untuk mengambil setiap langkah hukum yang tersedia guna menuntut para pelaku kejahatan terhadap stafnya di Gaza.

Al Jazeera menambahkan bahwa pihaknya tetap berkomitmen untuk meliput peristiwa di wilayah tersebut meskipun ada “upaya militer Israel untuk membungkam suara kebenaran”.

CPJ melaporkan bahwa setidaknya 260 jurnalis Palestina telah tewas sejak perang Israel di Gaza dimulai pada Oktober 2023. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan pada hari Sabtu bahwa sejak dimulainya perang genosida Israel, 73.018 orang telah tewas dan 173.273 lainnya terluka.

Sejak gencatan senjata diumumkan pada Oktober lalu, serangan Israel telah menewaskan 1.007 orang dan melukai 3.165 orang (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.