BRUSSEL (Lentera) - Uni Eropa membuka peluang untuk mencabut sanksi terhadap Iran yang berkaitan dengan program nuklir jika Teheran berhasil mencapai kesepakatan baru mengenai isu tersebut.
"Kami memiliki persyaratan yang jelas dan berbagai jenis sanksi terhadap Iran. Untuk sanksi yang berkaitan dengan isu nuklir, tentu hal itu akan bergantung pada terpenuhinya syarat-syarat yang ada," ujar Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas menjelang pertemuan Dewan Eropa di Brussel, mengutip Antara, Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, apabila kesepakatan mengenai program nuklir berhasil dicapai, negara-negara anggota Uni Eropa akan mulai membahas kemungkinan pencabutan sanksi tersebut.
"Jika tercapai kesepakatan nuklir, saya pikir negara-negara anggota akan membahas hal tersebut (pencabutan sanksi)," katanya.
Pernyataan itu disampaikan setelah Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman (MoU) secara jarak jauh pada Kamis (18/6/2026) dini hari waktu setempat untuk menghentikan konflik militer yang berlangsung sejak 28 Februari.
Memorandum tersebut mengatur penghentian permusuhan antara kedua negara, sekaligus menetapkan jadwal bagi Amerika Serikat untuk mencabut blokade laut terhadap Iran dan bagi Teheran untuk memulihkan aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz.
Selain itu, Iran menyatakan komitmennya untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Adapun pembahasan mengenai program nuklir akan dilakukan melalui perjanjian terpisah yang dijadwalkan dirundingkan dalam waktu 60 hari ke depan.
Editor: Santi





.jpg)
