19 June 2026

Get In Touch

Presiden AS dan Iran Tandatangani Nota Kesepahaman Akhiri Perang

Ilustrasi penandatanganan memorandum kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan berlangsung pada Jumat di resor Burgenstock, Swiss tengah. (foto:ist/Ant/Anadolu)
Ilustrasi penandatanganan memorandum kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan berlangsung pada Jumat di resor Burgenstock, Swiss tengah. (foto:ist/Ant/Anadolu)

TEHERAN (Lentera) - Nota Kesepahaman untuk mengakhiri perang yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Zionis Israel terhadap Republik Islam Iran telah ditandatangani oleh Presiden Iran dan Presiden AS.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump telah menandatangani naskah MoU secara digital dari jarak jauh, pada Kamis (18/6/2026) dini hari mengutip Antara.

Perdana Menteri Pakistan, Shahbaz Sharif yang berperan sebagai mediator dalam proses diplomatik, untuk kesepakatan itu juga akan menandatangani naskah MoU.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dikutip Kantor Berita IRNA, sebelumnya menegaskan, bahwa serangan apapun oleh Israel kepada Lebanon, maupun pelanjutan penjajahan di kawasan negara Arab akan dianggap pelanggaran atas MoU antara Washington dan Teheran.

Peringatan itu dilontarkan, saat pertemuannya dengan sejumlah duta besar, kuasa usaha, dan kepala misi internasional yang berada di Teheran, pada Selasa (16/6/2026).

Dalam pertemuan itu dia menjelaskan, tentang negosiasi Iran-AS yang bertujuan untuk mengakhiri perang yang dilancarkan oleh AS dan Israel melawan Iran sejak Februari 2026.

Dia mengatakan, MoU antara Teheran dan Washington akan berlaku langsung setelah rencana tanda tangan, pada Jumat (19/6/2026). Babak baru negosiasi antara kedua negara, untuk mencapai perjanjian final akan berlangsung secepatnya.

"Pada tahap awal, perkembangan yang sangat penting adalah deklarasi penghentian perang. Berdasarkan keputusan yang kami buat, penghentian perang telah diumumkan pada Senin pagi, dan tentu saja setelah perjanjian final dicapai, Senin waktu Teheran. Namun memorandum secara resmi, akan berlaku pada Jumat (19/6/2026)," demikian Menlu.

Sementara itu, nota kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat, beserta sekutunya dalam perang saat ini menyepakati penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk Lebanon.

Para pihak juga saling berkomitmen untuk tidak memulai perang atau operasi militer, menahan diri menggunakan kekuatan serta menjamin integritas wilayah dan kedaulatan Lebanon.

Berikut isi nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Islamabad antara Iran dan AS:

1. Amerika Serikat dan Iran beserta sekutu masing-masing dalam perang saat ini menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon, dan mulai saat ini berkomitmen untuk tidak memulai perang atau operasi militer apa pun terhadap satu sama lain, dan untuk menahan diri dari ancaman atau penggunaan kekuatan terhadap satu sama lain, serta menjamin integritas wilayah dan kedaulatan Lebanon.

Kesepakatan akhir akan mengkonfirmasi penghentian permanen perang di semua lini, termasuk di Lebanon, dan ketentuan lain dalam paragraf ini.

2. Amerika Serikat dan Iran sepakat untuk saling menghormati kedaulatan dan integritas wilayah dan untuk menahan diri dari campur tangan dalam urusan internal masing-masing.

3. Amerika Serikat dan Iran berkomitmen melakukan negosiasi dan mencapai kesepakatan akhir dalam kurun waktu maksimal 60 hari, yang dapat diperpanjang berdasarkan persetujuan bersama.

4. Segera setelah penandatanganan MoU ini, Amerika Serikat akan mulai menghapus blokade angkatan laut mereka dan semua gangguan atau hambatan terhadap Iran, dan akan sepenuhnya mengakhiri blokade angkatan laut dalam waktu 30 hari.

Selama periode ini, lalu lintas kapal akan sesuai dengan jumlah lalu lintas pra-perang yang dipulihkan Iran. Amerika Serikat selanjutnya berjanji akan menarik pasukannya dari dekat Negara Iran dalam waktu 30 hari setelah kesepakatan akhir.

5. Setelah penandatanganan MoU ini, Iran akan mengatur upaya terbaiknya untuk jalur aman kapal-kapal komersial tanpa biaya selama 60 hari saja dari Teluk Persia ke Laut Oman dan sebaliknya.

Lalu lintas kapal komersial akan segera beroperasi, dan dengan mempertimbangkan kebutuhan untuk menghapus hambatan teknis dan militer serta pembersihan ranjau oleh Iran, akan diberlakukan dalam waktu 30 hari.

Iran akan melakukan dialog dengan Kesultanan Oman untuk menentukan administrasi dan layanan maritim ke depannya di Selat Hormuz melalui diskusi dengan negara-negara pesisir Teluk Persia lainnya sesuai dengan hukum internasional yang berlaku dan hak kedaulatan negara-negara pesisir Selat Hormuz.

6. Amerika Serikat berjanji dengan mitra regional untuk mengembangkan rencana definitif yang disepakati bersama dengan dana sedikitnya 300 miliar dolar AS (sekitar Rp5.353 triliun) untuk rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran. Mekanismenya akan diselesaikan sebagai bagian dari kesepakatan akhir dalam waktu 60 hari. Semua lisensi, pengecualian, dan izin yang diperlukan untuk transaksi keuangan terkait akan diberikan oleh AS.

7. Amerika Serikat berjanji akan mengakhiri semua jenis sanksi terhadap Iran, termasuk resolusi Dewan Keamanan PBB, yaitu resolusi Dewan Gubernur IAEA dan semua sanksi sepihak AS, primer dan sekunder, dalam jadwal yang disepakati sebagai bagian dari kesepakatan akhir.

Iran dan Amerika Serikat mengakui pentingnya isu pengakhiran sanksi yang disebutkan di atas, dan menyatakan niat mereka untuk segera membahas isu-isu ini dalam perundingan demi mencapai kesepakatan bersama.

8. Republik Islam Iran menegaskan kembali bahwa mereka tidak akan memperoleh atau mengembangkan senjata nuklir. Amerika Serikat dan Iran sepakat menyelesaikan penanganan stok bahan yang telah diperkaya melalui mekanisme yang akan disepakati bersama sesuai jadwal pada Paragraf Tujuh, dengan metode minimum berupa pengenceran tingkat pengayaan (downblending) di lokasi di bawah pengawasan IAEA.

Kedua pihak juga sepakat membahas isu pengayaan uranium dan hal-hal lain yang disetujui bersama terkait kebutuhan nuklir Iran berdasarkan kerangka yang memuaskan dan akan dituangkan dalam kesepakatan final. Kesepakatan final akan menegaskan ketentuan-ketentuan tersebut.

Amerika Serikat dan Iran mengakui pentingnya isu-isu nuklir tersebut dan menyatakan niat untuk segera menanganinya dalam perundingan guna mencapai kesepakatan bersama.

9. Sambil menunggu kesepakatan akhir, Amerika Serikat dan Iran sepakat untuk mempertahankan status quo. Iran akan mempertahankan status quo program nuklirnya saat ini, dan AS tidak akan memberlakukan sanksi baru apa pun dan tidak akan mengerahkan pasukan tambahan di kawasan.

10. Amerika Serikat berjanji bahwa segera setelah penandatanganan MoU ini hingga sanksi berakhir, Departemen Keuangan AS akan mengeluarkan sejumlah pengecualian untuk ekspor minyak mentah Iran, produk minyak bumi dan turunannya, serta semua layanan terkait, termasuk transaksi perbankan, asuransi, transportasi, dll.

11. Amerika Serikat berjanji menyediakan sepenuhnya dana dan aset Iran yang dibekukan atau dibatasi untuk digunakan setelah implementasi MoU ini. AS dan Iran akan saling menyepakati prosedur terkait pencairan dana tersebut selama negosiasi. Dana itu, baik yang disimpan di rekening asli atau yang ditransfer, akan sepenuhnya dapat digunakan untuk pembayaran kepada penerima manfaat akhir yang ditunjuk oleh Bank Sentral Iran. Amerika Serikat setuju untuk menerbitkan semua lisensi dan otorisasi yang diperlukan.

12. Amerika Serikat dan Iran sepakat bahwa mekanisme eksekutif akan dibentuk untuk memantau keberhasilan implementasi MoU ini dan kepatuhan terhadap kesepakatan akhir.

13. Setelah penandatanganan MoU ini dan dengan syarat implementasi Paragraf 1, 4, 5, 10 dan 11 telah dimulai dan terus berjalan, Amerika Serikat dan Iran akan memulai negosiasi mengenai kesepakatan akhir, yang hanya membahas paragraf-paragraf lainnya.

14. Kesepakatan akhir akan disahkan melalui resolusi (Dewan Keamanan PBB) yang mengikat.

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.