18 June 2026

Get In Touch

Wagub Emil: Investasi Danantara di Jatim Harus Perkuat Peternak Rakyat dan Industri Unggas Nasional

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak

SURABAYA (Lentera) – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menegaskan bahwa investasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) di sektor peternakan ayam harus memberikan manfaat langsung bagi peternak rakyat, khususnya pelaku usaha skala kecil dan menengah.

Dukungan tersebut disampaikan, menyusul rencana pengembangan proyek strategis Danantara di bidang hilirisasi industri pakan ayam dan grandparent stock (GPS) yang diproyeksikan berlokasi di Jawa Timur.

Menurut Emil, penguatan sektor peternakan tidak cukup hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga harus memperkuat seluruh rantai pasok yang menopang industri tersebut.

“Kalau kita bicara kemandirian pangan, bukan hanya soal hasil akhirnya atau peternakan saja. Rantai pasok seperti pakan dan obat-obatan ternak juga harus diperkuat agar industri kita semakin mandiri,” ungkap Emil di DPRD Jawa Timur, Senin (15/06/2026).

Ia menilai, pengembangan grandparent stock di Jawa Timur merupakan langkah strategis karena menjadi mata rantai awal yang menentukan daya saing sekaligus kemandirian industri peternakan nasional.

Lebih lanjut, Emil berharap investasi tersebut mampu membuka akses yang lebih luas bagi peternak kecil dan menengah, terutama melalui ketersediaan Day Old Chick (DOC) dengan harga yang lebih terjangkau.

“Kita ingin yang tumbuh adalah peternakan skala kecil dan menengah. Tujuan akhirnya bukan hanya menguntungkan pelaku usaha besar, tetapi juga memberdayakan peternak rakyat,” tegasnya.

Politisi Demokrat tersebut menambahkan, proyek yang ditugaskan Presiden Prabowo kepada Danantara tersebut membutuhkan dukungan pendanaan dan manajemen yang kuat mengingat nilai investasinya yang besar. Karena itu, diperlukan keterlibatan lembaga dengan kapasitas memadai untuk merealisasikan program tersebut.

Ia juga meminta, Dinas Peternakan aktif melakukan pendampingan kepada para peternak agar dapat memanfaatkan peluang yang muncul dari investasi tersebut.

Menurut Emil, meskipun pengembangan proyek dilakukan di Jawa Timur, program ini ditujukan untuk mendukung kepentingan nasional. Namun demikian, Jawa Timur dinilai memiliki modal kuat karena telah memiliki ekosistem peternakan unggas yang lengkap.

“Poultry farming di Jawa Timur sangat signifikan. Ekosistemnya lengkap, mulai dari peternak, industri pendukung hingga perguruan tinggi. Ini menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan program strategis tersebut,” jelasnya.

Terkait perkembangan proyek, Emil menyebut prosesnya masih berjalan. Ia menilai tahapan pengembangan dan pengisian grandparent stock memerlukan perencanaan yang matang serta kecermatan yang tinggi.

Sebelumnya, Danantara menyetujui, pembiayaan sebesar Rp5 triliun untuk tahap awal proyek hilirisasi ayam terintegrasi. Program tersebut akan mengembangkan industri pengolahan ayam di enam daerah, yakni Jawa Timur, Gorontalo, Lampung, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian menyebutkan, berdasarkan hasil studi kelayakan, Danantara telah menyetujui total alokasi anggaran sebesar Rp16,7 triliun hingga tahun 2036. Adapun untuk tahap awal, dana yang dikucurkan mencapai sekitar Rp5 triliun dengan mekanisme pencairan secara bertahap.

 

Reporter: Pradhita/Editor: Ais

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.