15 June 2026

Get In Touch

Raih Gelar Doktoral, Bupati Gus Fawait Implementasikan Dalam Kebijakan APBD Jember

Bupati Jember Gus Fawait saat ujian terbuka doktoral di Fakultas Ekbis Universitas Airlangga.
Bupati Jember Gus Fawait saat ujian terbuka doktoral di Fakultas Ekbis Universitas Airlangga.

​JEMBER (Lentera) - Langkah strategis Kabupaten Jember dalam mencatatkan pertumbuhan ekonomi fantastis sebesar 6,35% pada Kuartal I (Q1) kini menemukan landasan akademisnya. Capaian impresif Jember yang berhasil memuncaki pertumbuhan ekonomi di wilayah Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang), serta sukses melampaui angka Jawa Timur (5,96%) dan Nasional (5,61%), ternyata sejalan dengan hasil riset mendalam dari pemimpin mudanya.

Gus Muhammad Fawait resmi menyelesaikan ujian doktornya di Program Doktor Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga dengan menghasilkan sebuah karya ilmiah krusial. Disertasi beliau yang berjudul "Analisis Peran Belanja Pemerintah dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Provinsi Jawa Timur" seolah menjadi cetak biru (blue print) bagi lompatan indikator makro di propinsi Jawa Timur khususnya di Kabupaten Jember.

"Bantuan tidak hanya bersifat kemanusiaan, tetapi juga harus mendorong produktivitas masyarakat. Usia produktif jangan hanya diarahkan pada pekerjaan kasar, tetapi juga pekerjaan yang memiliki nilai tambah dan penghasilan yang lebih baik," ujar Bupati Gus Fawait dalam sidang promosi doktor, Jumat (12/6/2026).

Karena itu, ia menilai dana hibah maupun bantuan sosial perlu diintegrasikan dengan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia, seperti pelatihan kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan peluang kerja yang tersedia.

Salah satu contoh yang disoroti adalah sektor Pekerja Migran Indonesia (PMI). Menurutnya, pelatihan yang tepat dapat membuka peluang kerja yang lebih luas sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Menjawab Tantangan PDRB Lewat Formula Anggaran yang Tepat

​Dalam disertasinya, Gus Fawait juga membedah secara ilmiah bagaimana instrumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak boleh hanya habis untuk belanja rutin yang konsumtif, melainkan harus dialokasikan secara taktis pada sektor yang memiliki multiplier effect tinggi.

Sinergi antara teori disertasi ini dengan realitas di lapangan terlihat sangat nyata di Jember:

  • Pengelolaan Fiskal yang Tepat Sasaran: Percepatan dan ketepatan penyaluran anggaran untuk program stimulus UMKM, sektor pertanian/ketahanan pangan, serta pembenahan infrastruktur pinggiran berhasil mendongkrak Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jember melesat ke angka 6,35%.
  • Pelaksanaan yang Efektif: Riset ilmiah Gus Fawait membuktikan bahwa eksekusi program di lapangan yang bebas dari sumbatan birokrasi secara otomatis akan mempercepat perputaran uang di masyarakat akar rumput, meningkatkan pendapatan riil, dan pada akhirnya mendongkrak daya beli warga Jember.

Jember Sebagai Kiblat Pengelolaan Fiskal di Wilayah Sekar Kijang

Melalui temuan dalam riset doktoralnya yang mengambil lokus di Jawa Timur, Gus Fawait menunjukkan bahwa jika sebuah daerah mampu memaksimalkan efektivitas belanja pemerintahnya sejak awal kuartal, maka daerah tersebut akan tumbuh menjadi lokomotif utama yang menarik gerbong ekonomi wilayah sekitarnya.

Dengan pertumbuhan ekonomi Jember yang kini berada di atas rata-rata provinsi (unggul 0,39 poin) dan nasional (unggul 0,74 poin), Jember telah bertransformasi menjadi daerah dengan iklim ekonomi paling bergairah, kompetitif, dan sukses memimpin telak di koridor pertumbuhan ekonomi Sekar Kijang:

  • ​Jember: 6,35% (Tertinggi)
  • Banyuwangi: 6,14%
  • Lumajang: 5,89%
  • Situbondo: 5,50%
  • Bondowoso: 5,42%

Komitmen Mewujudkan Kesejahteraan Nyata

Bagi Gus Muhammad Fawait, gelar Doktor Ilmu Ekonomi dari Universitas Airlangga ini bukan sekadar pencapaian akademik di atas kertas, melainkan sebuah tanggung jawab moral.

Integrasi antara kajian ilmiah dalam disertasi dan implementasi kebijakan yang pro-rakyat menjadi komitmen penuh untuk memastikan tren pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini selalu berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan, penurunan angka kemiskinan, dan terciptanya lapangan kerja yang luas bagi seluruh masyarakat Kabupaten Jember. (mok/ads)

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.