15 June 2026

Get In Touch

Soal Jokowi Bakal Berjaket PSI, PPI: Sudah Lama jadi "Imam Besar" Partai

Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno. (foto: ist)
Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno. (foto: ist)

JAKARTA (Lentera) - Rencana penyematan jaket Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menuai sorotan. Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, menilai prosesi tersebut hanya bersifat simbolis karena Jokowi selama ini sudah dianggap sebagai "imam besar" di tubuh PSI.

"Soal Jokowi akan resmi berjaket PSI sebagai Ketua Dewan Pembina sebatas formalitas. Jokowi adalah PSI. Sebab, selama ini memang Jokowi sudah jadi imam besar PSI tanpa harus berjaket PSI. Apalagi sebelumnya berulang kali Jokowi berjanji akan total bekerja untuk PSI," ujar Adi Prayitno kepada wartawan, mengutip Detik, Minggu (14/6/2026).

Adi menilai langkah tersebut merupakan strategi politik PSI untuk mempertegas posisi Jokowi sekaligus menarik pemilih yang selama ini masih mengidentikkan mantan Presiden itu dengan PDI Perjuangan (PDIP).

Menurutnya, penyematan jaket dapat menjadi pesan politik Jokowi kini berada di barisan PSI. "Penegasan Jokowi berjaket PSI sepertinya diniatkan sebagai upaya untuk menggaet pemilih PDIP yang memilih PDIP karena Jokowi," kata Adi.

Namun, Adi menilai strategi tersebut tidak serta-merta akan menggerus basis suara PDIP. Ia berpendapat sebagian besar pemilih partai berlambang banteng itu merupakan pemilih ideologis dan loyal terhadap partai, bukan semata karena faktor Jokowi.

"Problemnya, pemilih PDIP di 2024 lalu adalah pemilih ideologi dan pemilih militan PDIP, bukan karena Jokowi. Karena sejak pecah kongsi di Pilpres 2024, pengikut Jokowi sudah tak lagi bersama dengan PDIP. Tanpa Jokowi sekalipun, nyatanya PDIP masih menang pileg," katanya.

Di sisi lain, Jokowi juga dijadwalkan melakukan safari politik untuk PSI ke sejumlah daerah. Wilayah yang menjadi prioritas awal meliputi Lampung, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Jawa Barat.

Adi memandang pemilihan daerah tersebut bukan tanpa alasan. Ketiga wilayah itu dinilai memiliki potensi elektoral yang besar, baik karena merupakan basis dukungan Jokowi maupun memiliki jumlah pemilih yang signifikan.

"Wilayah prioritas terutama wilayah yang selama ini menjadi basis pemilih Jokowi di Pilpres seperti di Indonesia bagian timur. Lalu, wilayah dengan jumlah pemilih terbanyak seperti di Pulau Jawa," tuturnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PSI, Bestari Barus memastikan partainya akan segera menyematkan jaket PSI kepada Jokowi sebagai tanda resmi menjabat Ketua Dewan Pembina PSI.

Bestari menyebut prosesi tersebut sekaligus menjadi penegasan Jokowi tidak lagi berada dalam barisan PDIP. Penyematan jaket itu nantinya akan dilakukan langsung oleh Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, meski jadwal pelaksanaannya masih belum diumumkan.

"Ya, bisa seperti itu (sebelum keliling), bisa mengalir. Yang paling penting adalah bahwa menjadi permakluman publik Pak Jokowi itu bukan sekadar kata-kata saja," kata Bestari kepada wartawan, Sabtu (13/6/2026).

Ditambahkannya, pengumuman resmi beserta penyematan jaket akan menjadi penegasan terbuka mengenai posisi politik Jokowi saat ini.

"Tetapi nanti, setelah disematkan jaket itu dan diumumkan secara resmi oleh Ketua Umum, itu menjadi permakluman publik sebesar-besarnya bahwa Pak Jokowi sudah bersama PSI dan tidak lagi bersama PDI," ungkapnya.

Editor: Santi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.