SURABAYA ( LENTERA ) - Perusahaan robotika asal Wuhan, China, Hubei Giga World Robot Co, bersiap menguji 100 robot humanoid di rumah-rumah warga sebagai bagian dari upaya membawa teknologi robot rumah tangga ke kehidupan sehari-hari.
QProgram uji coba gratis tersebut dijadwalkan berlangsung pada kuartal ketiga 2026.
Robot yang akan diuji bernama SeeLight S1, yakni robot humanoid yang dirancang menyerupai manusia baik dari segi bentuk maupun gerakannya. Dalam video promosi perusahaan, robot tersebut diperlihatkan mampu melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga, mulai dari merapikan tempat tidur, menghangatkan roti menggunakan microwave, memasak tumis tomat dan telur, menuang susu, hingga menata hidangan di meja makan.
Kemampuannya tidak berhenti di dapur. Saat penghuni rumah beraktivitas di luar, robot itu juga dapat memasukkan pakaian ke mesin cuci, membersihkan kamar mandi dan toilet, mengelap tangannya menggunakan tisu basah, menjemur dan melipat pakaian, merapikan sofa serta meja, memberi makan ikan peliharaan, hingga menyiram tanaman.
Wakil Presiden Riset dan Pengembangan Hubei Giga World Robot Co, Ye Yun, mengatakan keunggulan utama SeeLight S1 bukan terletak pada kemampuan melakukan satu pekerjaan tertentu, melainkan menyelesaikan serangkaian tugas rumah tangga yang kompleks secara mandiri.
“Kecerdasannya terletak pada kemampuan menyelesaikan pekerjaan rumah yang panjang, bertahap, dan teliti secara mandiri di lingkungan rumah nyata yang tidak terstruktur, bukan sekadar mengulang satu tindakan secara mekanis,” kata Ye seperti dikutip China Daily.
Menurut Ye, robot tersebut menggunakan teknologi physical embodied foundation model, yaitu sistem kecerdasan buatan yang belajar memahami lingkungan melalui tubuh dan sensor yang dimilikinya. Dengan teknologi itu, robot tidak hanya menjalankan instruksi secara kaku atau mengikuti jalur yang sudah ditentukan, tetapi mampu membaca kondisi sekitar, memahami situasi, lalu mengambil tindakan yang sesuai.
Ia menjelaskan, SeeLight S1 juga dapat memahami instruksi yang disampaikan menggunakan bahasa sehari-hari. Jika tata letak perabot rumah berubah, robot dapat mengenali ulang kondisi ruangan, menyesuaikan pergerakan, dan tetap menyelesaikan tugas yang diberikan.
“Robot ini juga terus belajar melalui penggunaan harian dan menjadi lebih pintar dari waktu ke waktu,” ujar Ye.
Minat masyarakat terhadap program ini terbilang tinggi. Berdasarkan laporan China Daily, akun resmi perusahaan di platform WeChat telah menerima lebih dari 2.000 pesan dari warga yang ingin mengikuti uji coba, meski rincian pelaksanaannya belum diumumkan secara lengkap.
Salah satu calon peserta adalah seorang pekerja yang setiap hari harus mengurus dua anak sekaligus merawat orang tua lanjut usia. Ia berharap kehadiran robot dapat mengurangi beban pekerjaan rumah sehingga memiliki lebih banyak waktu bersama keluarga.
Ada pula pasangan berusia 75 tahun yang tinggal mandiri tanpa pendamping. Mereka berharap robot dapat membantu memasak, membersihkan rumah, mengingatkan jadwal konsumsi obat, hingga menjadi teman berbincang.
Ilmuwan utama sekaligus salah satu pendiri Hubei Giga World Robot Co, Zhu Zheng, mengatakan peserta program akan dipilih sedemikian rupa agar mewakili berbagai tipe rumah tangga yang ada di masyarakat.
Perusahaan juga akan menyediakan panduan penggunaan dan kanal umpan balik. Dengan persetujuan pengguna, data aktivitas robot selama bekerja akan dikumpulkan untuk mengevaluasi performa, mendeteksi gangguan, serta meningkatkan kualitas produk. Perusahaan menegaskan bahwa data tersebut hanya digunakan untuk keperluan penelitian dan penyempurnaan teknologi.
Potensi pasar robot humanoid sendiri dinilai sangat besar. Berdasarkan proyeksi Morgan Stanley, pasar robot humanoid global diperkirakan mencapai 5 triliun dolar Amerika Serikat pada 2050 dengan lebih dari 1 miliar unit beroperasi di seluruh dunia. China diperkirakan menjadi pengguna terbesar dengan sekitar 302,3 juta unit, sementara Amerika Serikat menyusul dengan 77,7 juta unit.
Survei yang dilakukan perusahaan juga menunjukkan masyarakat masih menganggap harga 50.000 yuan hingga 100.000 yuan, atau setara sekitar 7.388 dolar AS, sebagai kisaran yang dapat diterima. Hubei Giga World Robot Co memperkirakan biaya produksi akan terus menurun dalam satu hingga dua tahun mendatang seiring peningkatan skala produksi.
Penanggung jawab operasional Hubei Humanoid Robot Innovation Center, Huang Quanzhou, menilai pengujian di rumah tangga menjadi langkah krusial karena robot harus beradaptasi dengan lingkungan yang jauh lebih dinamis dibanding pabrik atau laboratorium.
“Lingkungan rumah ini sangat berbeda dari lingkungan industri tradisional dengan alur kerja tetap,” kata Huang kepada China Daily.
Menurut Huang, dalam satu hingga tiga tahun mendatang robot humanoid kemungkinan lebih dulu digunakan di hunian kelas atas dan panti lansia. Namun, seiring berkembangnya teknologi dan turunnya biaya produksi melalui manufaktur massal, robot semacam ini berpotensi menjadi perangkat rumah tangga umum seperti kulkas atau mesin cuci.(ist/dya)





.jpg)
