PALANGKA RAYA (Lentera) - Ikan patin menjadi salah satu komoditas yang menyumbang inflasi di Kota Palangka Raya, yang dipengaruhi oleh faktor cuaca yang berdampak pada pasokan dan distribusi ikan di pasaran.
Menanggapi permasalahan ini, Wakil Ketua I Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Hap Baperdu, menjelaskan jika perubahan cuaca yang terjadi akhir-akhir ini sangat berpengaruh terhadap aktivitas perikanan. Akibatnya ketersediaan ikan patin mengalami penurunan sehingga berimbas pada kenaikan harga.
"Ikan patin menjadi salah satu penyumbang inflasi di Kota Palangka Raya, yang dipengaruhi oleh faktor cuaca yang ekstrem yang berdampak terhadap pasokan di pasar," papar Hap, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah harus terus memantau perkembangan harga komoditas pangan strategis melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna mengantisipasi lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat.
Selain melakukan pemantauan, Hap melanjutkan, pemerintah juga harus berupaya untuk menjaga kelancaran distribusi dan ketersediaan bahan pangan, sehingga kebutuhan masyarakat dapat tetap terpenuhi dengan harga yang relatif stabil.
Ia berharap, kondisi cuaca bisa segera kembali normal, agar produksi dan pasokan ikan patin bisa meningkat kembali, dan harga di tingkat konsumen bisa kembali stabil.
"Kami akan mendukung agar Pemkot berkoordinasi dengan berbagai pihak guna menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan pangan masyarakat," pungkasnya.
Reporter: Novita/Editor: Santi




.jpg)
